Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah tengah menyusun desain besar pendidikan nasional untuk memaksimalkan pemanfaatan anggaran pendidikan sebesar Rp 824 triliun pada 2027.
Seiring dengan arahan Presiden, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, anggaran tersebut akan ditinjau secara menyeluruh untuk mendukung kebutuhan pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
Ia mengatakan, anggaran pendidikan Rp 824 triliun tersebut tersebar di pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Ombudsman Desak Evaluasi Lapas Cibinong Usai Temukan Hunian Mewah WBP
Di tingkat pusat, anggaran pendidikan dialokasikan melalui berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta sejumlah kementerian lainnya.
"Kita melihat Rp 824 triliun ini kan ada yang di pusat, ada yang masuk ke APBD. Yang di pusat itu dari berbagai macam kementerian. Ada di Kementerian Pendidikan, ada di Kementerian Dikti, ada di Kementerian Agama, ada juga di kementerian-kementerian lain yang lebih kecil," kata Suahasil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Suahasil, pemerintah kini melihat kembali desain penggunaan anggaran pendidikan tersebut agar manfaat yang dihasilkan bisa lebih maksimal.
Evaluasi ini dilakukan seiring dengan besarnya anggaran pendidikan yang setiap tahun telah memenuhi mandat sebesar 20% dari APBN.
"Grand design, coba lihat lagi uang Rp 824 triliun satu tahun, alokasi tahun depan, itu bukan uang yang kecil. Bagaimana mendapatkan manfaat yang maksimal dari situ," ujar Suahasil.
Pemerintah, lanjut dia, akan melihat kebutuhan pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Dengan demikian, desain kebijakan pendidikan tidak hanya melihat satu jenjang atau satu program secara terpisah.
"Kita desain dulu, tapi saya rasa arahan dari Bapak Presiden untuk melihat lagi secara komplit. SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, lalu sebenarnya ekosistem yang kita miliki sekarang," katanya.
Suahasil mengatakan, pemerintah juga akan mengintegrasikan berbagai program pendidikan yang saat ini telah berjalan dalam tinjauan tersebut. Di antaranya Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan Garuda, sekolah reintegrasi, hingga program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Berbagai program tersebut akan dilihat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional untuk memastikan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
"Kita desainnya seperti apa, lalu output dari pendidikan kita, kenapa setelah kita menjalankan mandat 20%, itu seperti apa output yang kita dapat sekarang," jelasnya.
Dalam menyusun grand design tersebut, pemerintah juga akan mengevaluasi capaian pendidikan berdasarkan sejumlah indikator.
Mulai dari angka partisipasi kasar (APK), angka partisipasi murni (APM), hingga skor Programme for International Student Assessment (PISA).
"Kita tahu output kita, angka partisipasi kasar sekian, angka partisipasi murni sekian, PISA skor kita sekian, dan seterusnya," kata Suahasil.
Ia menambahkan, penyusunan grand design pendidikan nasional tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah telah mulai mengerjakan tinjauan secara menyeluruh terhadap ekosistem pendidikan dan akan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat.
"Ini tentu arahan untuk melakukan overview terhadap ini semua adalah arahan yang sangat penting dari Bapak Presiden kita. Kita sudah kerjakan dan pasti akan kita sampaikan ke masyarakat," tandas Suahasil.
Baca Juga: Bentuk Badan Baru, Prabowo Dorong Pemanfaatan 33 Juta Hektare Lahan Gambut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














