kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

BGN Bantah MBG Jadi Penyebab Berkurangnya Anggaran Negara untuk Program Lain


Jumat, 31 Juli 2026 / 19:37 WIB
BGN Bantah MBG Jadi Penyebab Berkurangnya Anggaran Negara untuk Program Lain
ILUSTRASI. BGN ungkap 414 SPPG pemilik akun rekening anomali (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) membantah anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab berkurangnya anggaran negara untuk membiayai program-program pemerintah lainnya. 

BGN menilai narasi tersebut tidak mencerminkan kondisi pengelolaan anggaran secara menyeluruh.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan belakangan muncul anggapan di media sosial bahwa pelaksanaan MBG menghabiskan anggaran negara sehingga menyebabkan alokasi untuk sektor lain berkurang.

Baca Juga: Pelatihan Fire Walk Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dikritik, Dana Iuran Disorot

"Terkait MBG, seolah-olah menghabiskan anggaran negara. Kalau kita lihat di perkembangan media sosial, seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, berbagai persoalan yang kerap dikaitkan dengan MBG, seperti keterbatasan anggaran pupuk, irigasi, hingga perbaikan sekolah, sudah terjadi sebelum program tersebut dijalankan.

"Dulu tidak ada MBG, pupuknya juga kurang volumenya. Bahkan sekarang sudah ada MBG, pupuk disubsidi. Dulu tidak ada MBG, jaringan irigasi juga banyak yang rusak. Sekarang ada revitalisasi irigasi. Dulu tidak ada MBG, sekolah juga ada yang rusak. Jadi jangan kemudian semuanya dikaitkan dengan MBG," katanya.

Ia juga menilai, persoalan kesejahteraan guru honorer tidak dapat dikaitkan dengan keberadaan Program MBG. 

Menurutnya, pemerintah tetap menjalankan berbagai program pembangunan dan perbaikan layanan publik secara bersamaan.

Oleh karena itu, Sudaryono meminta publik tidak serta-merta menyimpulkan bahwa MBG menjadi penyebab berkurangnya anggaran negara untuk sektor lain. 

Ia menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan di berbagai bidang, sementara BGN tetap fokus menjalankan Program MBG sesuai tugas yang diberikan.

"Mari kita sama-sama pakai akal sehat. Sekarang ini sedang kita perbaiki semua," tutupnya.

Baca Juga: TelkomGroup Sukses Daratkan Kabel NCC, Dorong Dampak Ganda Ekonomi Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×