kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.842   40,00   0,24%
  • IDX 8.284   -6,79   -0,08%
  • KOMPAS100 1.171   -0,80   -0,07%
  • LQ45 840   -1,54   -0,18%
  • ISSI 296   0,09   0,03%
  • IDX30 437   0,84   0,19%
  • IDXHIDIV20 521   1,01   0,19%
  • IDX80 131   -0,07   -0,05%
  • IDXV30 143   0,75   0,53%
  • IDXQ30 141   0,00   0,00%

Berlaku Besok! Pemerintah Bidik US$ 165 Miliar dari Aturan DHE SDA Terbaru


Jumat, 28 Februari 2025 / 17:32 WIB
Berlaku Besok! Pemerintah Bidik US$ 165 Miliar dari Aturan DHE SDA Terbaru
ILUSTRASI. pemerintah targetkan total devisa capai US$ 165,96 miliar dari ketentuan terbaru devisa hasil ekspor (DHE) SDA yang mulai berlaku besok (1/3).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintahan Prabowo Subianti menargetkan, total devisa mencapai US$ 165,96 miliar dari ketentuan terbaru devisa hasil ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang mulai berlaku besok (1/3).

Hal ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mewajibkan 100% DHE SDA harus parkir selama 1 tahun dalam sistem keuangan domestik.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa nilai ekspor Indonesia sepanjang 2024 mencapai US$ 264,7 miliar. Nah, sekitar 62,7% ini berasal dari hasil ekspor SDA.

"Jadi jumlah ekspor SDA kita sangat besar, kira-kira mendominasi 62,7% dari total ekspor kita yang besarnya US$ 264,7 miliar," ujar Susiwijono dalam Sosialisasi PP 8/2025, Jumat (28/2).

Baca Juga: BI Rilis 80 Bank yang Bisa Ikut Lelang Perdana SVBI/SUVBI DHE SDA

Susiwijono memerinci, dari total nilai tersebut, sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar mencapai US$ 102,8 miliar.

Kemudian sektor perkebunan senilai US$ 46,7 miliar, terutama dari komoditas kelapa sawit. 

Begitu pula sektor kehutanan sekitar US$ 10,5 miliar, dan perikanan sekitar US$ 6 miliar.

"Jadi SDA kita perlu atur devisa hasil ekspornya, tujuannya untuk kita manfaatkan betul supaya mendorong perekonomian nasional kita, dan dari sisi jumlahnya 62,7% dari total ekspor nasional kita," imbuh Susiwijono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×