kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Berikut Komoditas Penyumbang Surplus dan Defisit Neraca Perdagangan Hingga Juli 2025


Senin, 01 September 2025 / 15:45 WIB
Berikut Komoditas Penyumbang Surplus dan Defisit Neraca Perdagangan Hingga Juli 2025
ILUSTRASI. BPS mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2025 neraca perdagangan non minyak dan gas (migas) menyumbang surplus sebesar US$ 34,06 miliar. ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2025 neraca perdagangan non minyak dan gas (migas) menyumbang surplus sebesar US$ 34,06 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, terdapat komoditas penyumbang surplus dan defisit non migas.

Ia memerinci, surplus non migas ini didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) yaitu dengan surplus sebesar US$ 19,24 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) dengan surplus sebesar US$ 15,41 miliar.

Baca Juga: Per Juli 2025, Indonesia Masih Catat Surplus Perdagangan US$ 10,49 Miliar dengan AS

Kemudian, serta besi dan baja (HS 72) dengan surplus sebesar US$ 10,70 miliar, nikel dan barang daripadanya (HS 75) sebesar US$ 4,77 miliar, dan alas kaki (HS 64) dengan surplus US$ 3,77 miliar.

Sementara itu, penyumbang defisit utamanya berasal dari komoditas mesin dan peralatan mekanis (HS 84) yang defisit sebesar US$ 15,77 miliar.

“Kemudian mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) dengan defisit sebesar US4 6,36 miliar,” tutur Pudji dalam konferensi pers, Senin (1/9/2025).

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Prediksi Surplus Perdagangan Juli Menyempit Jadi US$ 2,52 Miliar

Komoditas plastik dan barang dari plastik (HS 39) dengan defisit sebesar US$ 4,39 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) defisit US$ 15,77 miliar.

Untuk diketahui, neraca perdagangan Indonesia kumulatif dari Januari hingga Juli 2025 mencapai US$ 23,65 miliar, atau naik US$ 7,40 miliar dari Januari-Juli 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×