kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekonom Bank Mandiri Prediksi Surplus Perdagangan Juli Menyempit Jadi US$ 2,52 Miliar


Minggu, 31 Agustus 2025 / 16:21 WIB
Ekonom Bank Mandiri Prediksi Surplus Perdagangan Juli Menyempit Jadi US$ 2,52 Miliar
ILUSTRASI. Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2025 akan menyempit dibanding bulan sebelumnya.. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID–JAKARTA. Menjelang rilis data perdagangan Juli 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan 1 September 2025. Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2025 akan menyempit dibanding bulan sebelumnya.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyampaikan surplus perdagangan Juli diperkirakan hanya sebesar US$ 2,52 miliar, lebih rendah dari US$ 4,10 miliar pada Juni 2025.

“Penyempitan surplus ini didorong oleh penurunan ekspor secara bulanan di tengah kenaikan impor dari Singapura, terutama pada kategori mesin dan peralatan mekanik,” kata Asmo dikutip Minggu (31/8).

Menurutnya, ekspor pada Juli 2025 diperkirakan tumbuh 8,5% secara tahunan (yoy), melambat dari 11,3% YoY pada Juni 2025. Secara bulanan (MoM), ekspor justru turun 2%. Penurunan ini mencerminkan perlambatan aktivitas perdagangan akibat kebijakan tarif.

Baca Juga: Kepala BPS Klarifikasi Isu Manipulasi Data Kemiskinan

Meski harga komoditas utama naik, permintaan ekspor melemah. Harga batu bara naik 5,2% MoM, disusul CPO naik 3,9% MoM dan nikel naik 0,3% MoM. Namun, ekspor baja ke Tiongkok tercatat turun sekitar 7% MoM, sementara ekspor CPO ke Tiongkok merosot sekitar 25% MoM. Di sisi lain, ekspor bahan bakar mineral, khususnya batu bara, ke Tiongkok masih tumbuh sekitar 24% MoM.

Di sisi impor, Bank Mandiri memperkirakan terjadi penurunan 0,6% yoy, berbanding terbalik dengan pertumbuhan 4,3% yoy pada Juni 2025. Namun secara bulanan, impor meningkat 6,4%. 

“Penurunan impor tahunan sejalan dengan aktivitas manufaktur yang masih berada di zona kontraksi (49 pada Juli 2025) serta harga minyak yang lebih rendah, turun 0,4% MoMatau terkontraksi 17,1% YoY,” jelas Asmo.

Adapun impor dari Tiongkok turun sekitar 1,2% MoM, sementara impor dari Singapura naik sekitar 18% MoM, didorong lonjakan sekitar 25% MoMpada kategori mesin dan peralatan mekanik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×