Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Memasuki Februari 2026, perhatian masyarakat Indonesia mulai tertuju pada persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Informasi mengenai jadwal puasa 2026 menjadi salah satu hal yang banyak dicari, seiring kebutuhan untuk menata kesiapan ibadah, agenda pekerjaan, hingga urusan keluarga.
Berdasarkan kalender Masehi, Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Februari. Meski demikian, penetapan resmi awal puasa 2026 masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar menjelang masuknya bulan Ramadhan. Sambil menunggu keputusan tersebut, sejumlah rujukan dari otoritas keagamaan telah memberikan gambaran waktu pelaksanaan ibadah puasa.
Berapa hari lagi puasa 2026?
Pertanyaan seperti “puasa 2026 berapa hari lagi” atau “Ramadhan 2026 kurang berapa” mulai banyak muncul. Jika mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dengan patokan tersebut, dihitung dari Jumat (6/2/2026), waktu menuju awal puasa tinggal sekitar 13 hari. Artinya, puasa 2026 diperkirakan dimulai sekitar dua minggu lagi.
Sisa waktu yang tidak sampai satu bulan ini kerap dipandang sebagai fase penting untuk melakukan persiapan puasa. Periode menjelang Ramadhan sering dimanfaatkan umat Muslim untuk mengevaluasi kewajiban yang masih tertunda, termasuk utang puasa dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, kesiapan kesehatan juga menjadi perhatian agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar.
Baca Juga: Restitusi Pajak Rp 48,3 Miliar di KPP Banjarmasin Berujung OTT KPK
Awal puasa 2026
Kepastian mengenai kapan awal puasa 2026 masih menjadi tanda tanya karena adanya perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah. Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan umumnya mengacu pada dua pendekatan utama, yakni metode hisab dan metode rukyatul hilal. Perbedaan ini kerap menimbulkan variasi tanggal awal puasa. Karena itu, masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi sesuai dengan acuan yang dianut masing-masing.
-
Penetapan Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menyampaikan perkiraan awal puasa 2026. Dengan menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Metode ini sepenuhnya didasarkan pada perhitungan astronomis, tanpa memerlukan pengamatan hilal secara langsung.
Dalam pendekatan Muhammadiyah, bulan baru dinyatakan telah masuk apabila tiga kriteria terpenuhi secara kumulatif, yakni telah terjadi ijtimak antara Bulan dan Matahari, ijtimak berlangsung sebelum Matahari terbenam, serta saat Matahari terbenam posisi Bulan masih berada di atas ufuk.
Karena berbasis perhitungan matematis-astronomis, Muhammadiyah dapat mengumumkan awal Ramadhan dan Idul Fitri jauh hari sebelumnya melalui maklumat resmi.
Baca Juga: CORE Soroti Penurunan Angka Kemiskinan Saat Terjadi Lonjakan Biaya Hidup













