kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 17.010   61,00   0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Bencana Banjir Bandang Sitaro, BNPB Catat Korban Meninggal 11 Jiwa


Selasa, 06 Januari 2026 / 14:11 WIB
Bencana Banjir Bandang Sitaro, BNPB Catat Korban Meninggal 11 Jiwa
ILUSTRASI. Pembersihan sekolah pascabencana hidrometeorologi (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1/2026) menyebabkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 11 orang dari sebelumnya sembilan orang pada siang hari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengungkapkan, dari total korban jiwa tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara lima lainnya masih dalam proses pendataan. Pemerintah daerah melalui BPBD setempat kini memfasilitasi proses pemakaman bagi para korban.

"Hingga malam ini (5/1), sebanyak lima orang masih dinyatakan hilang. Operasi search and rescue (SAR) terpaksa dihentikan sementara karena cuaca buruk berupa hujan lebat yang berisiko memicu banjir dan longsor susulan," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026) malam.

Baca Juga: Hingga Awal 2026, Keberadaan UU APBN 2026 Masih Misterius

Selain korban jiwa, bencana ini memaksa 143 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 444 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah telah membuka pos pengungsian di gedung GMIST Bethbara dengan menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, alat tidur, hingga kids ware.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, cakupan wilayah terdampak meluas hingga ke empat kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Merespons eskalasi bencana ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026.

Terkait pemulihan infrastruktur, BPBD Sitaro bersama Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup mulai memobilisasi alat berat seperti excavator dan wheel loader. Prioritas utama adalah pembukaan akses jalan yang terputus, yang akan dikerjakan segera setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×