kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Belum ada langkah jitu parpol pangkas pengangguran


Kamis, 27 Maret 2014 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Soccer Football - Premier League - Chelsea v Manchester United - Stamford Bridge, London, Britain - October 22, 2022 Manchester United's Lisandro Martinez in action with Chelsea's Raheem Sterling. REUTERS/Tony Obrien 


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Lembaga Center of Reform on Economics (CORE) menilai, saat ini belum ada partai politik (parpol) yang berkuasa dan mampu menyodorkan strategi secara jitu untuk menyelesaikan masalah pengangguran.

Bahkan, masalah pengangguran menjadi semakin kompleks karena rendahnya tingkat penciptaan lapangan kerja dan sistem pengupahannya.

"Ada beberapa pandangan parpol peserta pemilu dan program pemerintah lima tahun kebelakang yang perlu dievaluasi," ujat Hendri Saparini, Direktur Executive Core, di Jakarta, Kamis (27/3).

Pertama, sebagian besar partai politik hanya menyajikan pandangan mereka tentang bidang ekonomi secara umum. Hanya sebagian kecil yang memberikan pandangan mereka dalam bidang ekonomi. Bahkan ada yang sama sekali tidak menyinggung pandangan mereka.

Kedua, partai politik hanya menyinggung masalah ekonomi secara global seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan angka kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan dan pengurangan kesenjangan pendapatan. Tetapi solusi yang ditawarkan masih belum konkrit.

Ketiga, belum ada parpol yang menawarkan strategi penyelesaian masalah pengangguran secara komprehensif dan intergratif. Penetapan target belum jelas, pendekatan pemerintah yang terbatas, dan kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja.

"Termasuk kebijakan fiskal, pendidikan dan pelatihan, daya saing dan pengupahan juga kebijakan lahan, energi dan lainnya,"pungkas Hendri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×