kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.720   -139,28   -2,03%
  • KOMPAS100 894   -21,76   -2,38%
  • LQ45 658   -12,02   -1,79%
  • ISSI 243   -5,16   -2,08%
  • IDX30 371   -5,66   -1,50%
  • IDXHIDIV20 455   -6,24   -1,35%
  • IDX80 102   -2,09   -2,01%
  • IDXV30 130   -1,95   -1,48%
  • IDXQ30 119   -1,36   -1,13%

Belanja Bansos Pada Januari 2024 Capai Rp 12,45 Triliun, Naik 220,85%


Selasa, 27 Februari 2024 / 17:22 WIB
Belanja Bansos Pada Januari 2024 Capai Rp 12,45 Triliun, Naik 220,85%
ILUSTRASI. Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) melonjak signifikan pada Januari 2024. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi belanja bantuan sosial (bansos) melonjak signifikan pada Januari 2024. Dalam laporan APBN KiTa yang terbit Selasa (27/2), Kementerian Keuangan mencatat belanja bansos hingga 31 Januari 2024 sebesar Rp 12,45 triliun atau naik 220,85% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Belanja bansos tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama dan penyaluran kartu sembako pada bulan Januari 2024. 

Bantuan PKH diberikan kepada 9,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan bantuan program kartu sembako diperuntukkan 18,5 juta KPM. 

Baca Juga: Defisit APBN 2024 Berpeluang Melebar Menjadi 2,8% dari PDB, Ini Sebabnya

Selain itu, belanja bansos juga digunakan untuk memberi bantuan iuran bagi 96,7 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan nasional (JKN). 

Belanja bansos juga untuk penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 4.000 siswa dan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi 4.000 mahasiswa. 

Lebih lanjut, penyaluran belanja bansos pada awal tahun ini sudah mencapai 8,17% dari total pagu dalam APBN 2024, yaitu sebesar Rp 152,30 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×