kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.740   72,00   0,41%
  • IDX 6.113   18,50   0,30%
  • KOMPAS100 805   0,34   0,04%
  • LQ45 616   -0,85   -0,14%
  • ISSI 215   0,83   0,39%
  • IDX30 352   0,06   0,02%
  • IDXHIDIV20 435   -3,81   -0,87%
  • IDX80 93   0,07   0,07%
  • IDXV30 121   -0,42   -0,35%
  • IDXQ30 114   -1,14   -0,99%

Purbaya Yakin Rupiah Menguat ke Rp 15.000 Berkat Kebijakan DHE SDA


Jumat, 22 Mei 2026 / 12:14 WIB
Purbaya Yakin Rupiah Menguat ke Rp 15.000 Berkat Kebijakan DHE SDA
ILUSTRASI. APBN defisit Rp164,4 triliun April 2026 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan optimistis nilai tukar rupiah akan menguat hingga menyentuh level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Hal ini seiring implementasi kebijakan baru devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang berlaku 1 Juni 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan penempatan DHE SDA di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan meningkatkan pasokan dolar di dalam negeri sehingga memperkuat cadangan devisa nasional dan menopang stabilitas rupiah.

"Kalau saya bilang pemain valas, cepat-cepat jual lah. Kita akan dorong rupiah ke arah Rp 15 ribu," ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5).

Baca Juga: Curhat Purbaya Jadi Menkeu: Kerja Berat hingga BB Turun 10 Kilogram

Menurut dia, kebijakan baru tersebut merupakan langkah berani pemerintah untuk memastikan DHE  benar-benar bertahan di dalam negeri. 

Sebelumnya, dana DHE SDA dapat ditempatkan di berbagai bank domestik tanpa pengawasan ketat sehingga dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap cadangan devisa.

"Itu keputusan yang berani dan saya pikir amat baik buat kita," katanya.

Purbaya mengungkapkan hasil analisis pemerintah menunjukkan sebagian dana ekspor yang masuk ke perbankan nasional justru kembali mengalir ke luar negeri, terutama ke Singapura.

"Banyak uang itu masuk ke sini, dituliskan ke rupiah, disalurkan ke bank kecil dengan cepat, segera setelah itu bank-bank itu mengirim ke luar negeri, ke Singapura, sehingga dolar kita di sini habis," terang Purbaya.

Akibat kondisi tersebut, surplus ekspor Indonesia tidak memberikan dampak besar terhadap penguatan cadangan devisa. Karena itu, pemerintah memutuskan memperketat pengawasan dengan mengarahkan penempatan DHE SDA ke bank-bank Himbara.

Baca Juga: Investor Asing Borong Global Bond RI, Purbaya: Rupiah Akan Menguat!

Purbaya menegaskan pemerintah akan lebih mudah mengawasi pengelolaan dana ekspor di bank milik negara. Bahkan, ia memperingatkan direksi bank akan dicopot jika terbukti menyalahgunakan kebijakan tersebut.

"Jadi dengan cara menarik ke bank-bank Himbara, pengawasannya lebih gampang nanti. Kalau bank Himbaranya main-main, ya kita pecat direksinya," tegasnya.

Ia pun memastikan mulai Juni mendatang akan ada tambahan pasokan dolar yang signifikan di pasar domestik. Kondisi itu diyakini dapat memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Teman-teman enggak usah takut yang ribut-ribut nilai tukar akan jeblok seperti 1998. Nanti Juni akan ada suplai dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat," kata Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×