kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.383   5,00   0,03%
  • IDX 7.889   -62,76   -0,79%
  • KOMPAS100 1.098   -8,62   -0,78%
  • LQ45 805   -6,18   -0,76%
  • ISSI 266   -2,03   -0,76%
  • IDX30 418   -3,18   -0,75%
  • IDXHIDIV20 485   -3,25   -0,66%
  • IDX80 121   -1,10   -0,90%
  • IDXV30 130   -1,80   -1,36%
  • IDXQ30 135   -0,92   -0,67%

Begini Persiapan BI Menghadapi Kondisi Ekonomi Global yang Masih Tak Pasti


Kamis, 19 Oktober 2023 / 08:50 WIB
Begini Persiapan BI Menghadapi Kondisi Ekonomi Global yang Masih Tak Pasti
ILUSTRASI. Pengunjung berjalan di kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (3/1). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/03/01/2018


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi soal. Meski perlahan ekonomi global bangkit, tetapi banyak ketidakpastian yang masih melanda.  Gubernur Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, ketidakpastian global yang perlu diwaspadai ada berbagai macam. 

"Seperti ketegangan geopolitik, fragmentasi geoekonomi, serta implikasi cuaca ekstrem," terang Perry dalam video yang diunggah di kanal Instagram BI, Rabu (18/10). 

Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, Perry mengaku Indonesia tak bisa hanya mengandalkan satu kebijakan saja. Dengan demikian, perlunya bauran kebijakan untuk menghalau dampak rambatan ketidakastian ke Indonesia. 

Bauran kebijakan tersebut adalah suku bunga acuan, kebijakan makroprudensial, kebijakan stabilisasi nilai tukar, juga koordinasi kuat antar otoritas. 

Baca Juga: Indonesia Bidik Ekonomi Halal Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menjanjikan

Selain itu, perlu juga upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri lewat tiga cara.  Pertama, membuka kesempatan investasi. Kedua, hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA). 

Ketiga, mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan mengembangkan pembayaran lintas batas untuk memperluas pasar. 

Lebih lanjut, hal tersebut juga disampaikan oleh Perry dalam rangkaian pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) yang diselenggarakan pekan lalu di Maroko. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×