kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beda JK dengan Ical menurut poros muda Golkar


Minggu, 12 Oktober 2014 / 09:18 WIB
ILUSTRASI. Simak syarat dan ketentuan promo Informa berlaku hari ini, ada cashback hingga Rp 3 juta


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Andi Sinulingga yang kini tergabung dalam Poros Muda Golkar menilai, kepemimpinan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum sangat berbeda dengan pendahulunya, Jusuf Kalla.

"Zaman (kepemimpinan) JK memang keras, tapi beliau menerima kritik. Beda dengan sekarang (zaman kepemimpinan Ical), kita ingatkan waktu Munas disangka ingin melengserkan," kata Andi usai diskusi bertajuk 'Menakar Dinamika Partai Golkar' di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10).

Andi menuturkan, pada saat zaman kepemimpinan JK di Golkar, sangatlah mudah jika ingin menggelar Munas. Justru, JK senantiasa terbuka dan segera membentuk panitia Munas yang berasal dari DPP partai berlambang pohon beringin itu.

"Di era kepemimpinan JK sangat mudah mengadakan Munas," tuturnya.

Poros muda pun terus menyuarakan agar segera dilaksanakannya Munas Golkar untuk memilih Ketua Umum baru. Karena masa kepemimpinan DPP Golkar di bawah Aburizal Bakrie telah habis pada 8 Oktober 2014.

Poros Muda Golkar kata Andi memberikan tenggat waktu agar selambat-lambatnya Munas digelar dua minggu setelah 8 Oktober 2014.
"Kita kasih waktu dua minggu untuk DPP Golkar selenggarakan Munas. Itu untuk mendapatkan Ketua Umum Golkar yang baru," katanya. (Muhammad Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×