kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.938   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.874   -124,63   -2,08%
  • KOMPAS100 760   -17,60   -2,26%
  • LQ45 580   -8,23   -1,40%
  • ISSI 203   -5,67   -2,72%
  • IDX30 329   -3,94   -1,18%
  • IDXHIDIV20 404   -4,13   -1,01%
  • IDX80 86   -1,73   -1,97%
  • IDXV30 110   -1,63   -1,47%
  • IDXQ30 106   -1,12   -1,05%

Bea masuk impor gula India diturunkan, petani tebu merasa jadi korban sawit


Jumat, 28 Juni 2019 / 19:02 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) melonggarkan tarif bea masuk gula mentah dari India menjadi 5%. Apabila dirunut, aturan ini adalah hasil negosiasi dengan India agar bea masuk sawit Indonesia ke India juga diturunkan.

Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengaku kecewa dengan turunnya aturan tersebut. Pasalnya hingga saat ini dia merasa pemerintah belum mengupayakan peningkatan daya saing dari industri dalam negeri.

"Ini akan menjadi persaingan yang tidak sehat antara gula impor dengan gula produksi dalam negeri," jelas Soemitro, Jumat (28/6).

Menurutnya dengan penurunan tarif tersebut, maka keran impor akan semakin terbuka lebar. Hal ini dapat mendorong kepentingan bagi beberapa pihak tertentu untuk menyalahgunakan dengan membuka juga impor gula rafinasi untuk kepentingan konsumsi.

Padahal menurut dia, saat ini kebutuhan gula dapat dipenuhi oleh produksi gula dalam negeri. "Indonesia tidak perlu impor gula konsumsi karena panen raya baru akhir Juli, sementara itu hingga saat ini belum ada kelangkaan gula," jelas Soemitro.

Selain itu, dia juga mengaku kecewa karena aturan tersebut memperlihatkan sikap pemerintah yang menganaktirikan petani tebu dan industri gula dalam negeri untuk kepentingan minyak kelapa sawit.

Ini akan menyebabkan sulit swasembada gula apabila terus-terusan dihantam gula impor."Saya menyesal petani tebu dikorbankan untuk petani sawit," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×