kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.064   64,00   0,36%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Meski sudah dilobi, India masih belum turunkan bea masuk CPO Indonesia


Senin, 18 Maret 2019 / 18:16 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) terus mendorong penurunan tarif bea masuk olahan crude palm oil (CPO) Indonesia ke India agar dapat bersaing dengan harga CPO Malaysia.

Pada Februari lalu, delegasi Indonesia juga telah melakukan perundingan ke India terkait hal ini. Namun, hingga saat ini bea masuk olahan CPO Indonesia belum juga mengalami penurunan ke India.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Dirjen PPI) Kemdag Iman Pambagyo mengatakan, saat ini India belum menurunkan bea masuk CPO karena permintaan Indonesia masih diproses oleh pemerintah India.

"Permintaan Indonesia ke India sebelumnya masih mereka proses," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (18/3).

Indonesia meminta tarif bea masuk olahan CPO diturunkan sebesar 5% agar sama dengan Malaysia. Saat ini tarif bea masuk olahan minyak sawit Indonesia sebesar 50% sedangkan bea masuk Malaysia ke India sebesar 45%.

Indonesia pun mengajukan timbal balik sebagai upaya menurunkan bea masuk. Pasar gula mentah yang dibutuhkan oleh industri di Indonesia akan dibuka untuk India.
Iman berharap perundingan dapat segera selesai. Hal itu mengingat pentingnya India sebagai negara tujuan ekspor produk minyak sawit Indonesia.

"Diharapkan dapat selesai tahun ini karena dibutuhkan industri," terang Iman.

Perubahan bea masuk sebelumnya sempat menekan ekspor sawit Indonesia ke India. Ekspor sawit Indonesia ke India tahun 2018 sebesar 6,7 juta ton turun dibandingkan tahun 2017 di atas 7 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×