CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

BBM & listrik akan dorong deflasi April 2016


Jumat, 01 April 2016 / 15:51 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) menilai sangat besar terjadi deflasi pada April 2016. Soalnya, banyak harga turun pada bulan ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana keputusan pemerintah pada akhir Maret lalu mulai terasa dampaknya di bulan ini. Apalagi, tarif dasar listrik juga telah mengalami penurunan.

Menurut Sasmito, bobot BBM dan tarif dasar listrik terhadap indeks harga konsumen (IHK) tergolong tinggi. Bobot BBM terhadap inflasi sebesar 3,61% yang 3,2% diantaranya disumbang oleh harga premium. Sementara itu bobot tarif dasar listrik terhadap IHK sebesar 2,5%.

Meski demikian, Sasmito melihat masih adanya risiko dari harga bawang merah dan cabai merah. "(Deflasi bisa terjadi) asal harga bawang merah dan cabai merah bisa turun juga. Kalau sampai minggu ini bawang dan cabai bisa turun harganya maka deflasi juga bisa di bulan April," kata Sasmito, Jumat (1/4).

Sasmito juga memperkirakan, puncak inflasi akan terjadi pada Juni dan akhir tahun ini. Sebab Juni merupakan masa puasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×