kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Basuki: UMP DKI 2014 belum bisa Rp 3,7 juta


Senin, 28 Oktober 2013 / 12:13 WIB
ILUSTRASI. Promo Guardian s/d 22 Juni 2022


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan pihaknya belum dapat memenuhi permintaan buruh yang menginginkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2014 sebesar Rp 3,7 juta.

"Kami tidak bisa satu dua tahun ini. Kan baru dibikin dan didukung," ujar Basuki yang akrab disapa Ahok usai menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Ahok menjelaskan, pihaknya sudah memutuskan UMP Jakarta sekitar Rp 2,2 juta dari Rp 1,9 juta pada tahun lalu, sehingga kenaikannya sebesar 45%.

Ahok melanjutkan, putusan Komponen Hidup Layak (KHL) dibandingkan survei pada tahun 2007-2012 selalu ditawar. Buruh selalu diberikan KHL dibawah survei. "Saya kira sebaiknya kami fokus dulu ke KHL deh. Kalau UMP, kami lihat perkembangan ekonomi," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini. (Nicolas Timothy/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×