kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Bareskrim selidiki fraud Duniatex Group, begini respons kreditur


Rabu, 25 September 2019 / 16:41 WIB
Bareskrim selidiki fraud Duniatex Group, begini respons kreditur
ILUSTRASI. Pabrik tekstil Duniatex Group


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank yang menjadi kreditur mendukung langkah Bareskrim Polri yang telah memulai investigasi kepada Duniatex Group. Investigasi dilakukan lantaran Duniatex diduga melakukan fraud, penggelapan, pengabaian, dan pencucian uang.

Senin (23/9), Debtwire melaporkan, Bareskrim Polri mulai menggelar invetigasi terhadap PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), PT Delta Dunia Textile (DDT), PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST), Delta Dunia Sandang Textile (DMST), PT Delta Setia Sandang Asli Tekstil (DSSAT) and Perusahaan Dagang dan Perindustrian Damai alias Damaitex.

Baca Juga: Ada dugaan fraud dalam kasus gagal bayar Duniatex, Bareskrim lakukan investigasi

“Kami menanggapi positif penyelidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Harapannya penyelidikan ini bisa membantu kreditur memperoleh recover yang baik,” kata Chief of Credit PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Dadi Budiana kepada Kontan.co.id, Rabu (25/9).

Sayangnya, Dadi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait proses penyelidikan oleh Bareskrim. Sebagai informasi, dari lansiran Debtwire, Bareskrim dilaporkan telah memeriksa salah satu petinggi Duniatex di Jakarta, termasuk melakukan pemeriksaan pabrik di Solo.

Sejumlah kreditur bank juga telah dimintai keterangan terkait. “Kalau mengenai proses penyelidikan, termasuk informasi mengenai catatan keuangan Duniatex saya tidak bisa memberikan jawabannya,” lanjutya.

Dari catatan Debtwire lainnya, hingga Maret 2019 Bank Danamon tercatat masih memiliki eksposur kredit senilai Rp 217 miliar kepada DSSAT.

Sebelumnya, Dadi juga sempat menyatakan status kredit tersebut berada di level kolektibilitas dua alias sebelum masuk kategori kredit macet pada kolektibilitas 3. 

Baca Juga: Bareskrim investigasi dugaan fraud hingga pencucian uang oleh Duniatex

Terkait hal tersebut, perseroan disebutnya juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi dengan menyiapkan biaya provisi terkait eksposur kreditnya. Sayang Dadi dengan menjelaskan berapa nilai maupun porsinya.

Adapula Direktur Manajemen Resiko dan Kepatuhan PT Bank Syariah Mandiri Putu Rahwidhiyasa menjelaskan saat ini perseroan tengah melakukan kajian untuk mengambil langkah selanjutnya pascainvestigasi oleh Bareskrim.

“Saat ini kami masih mendalami kondisi dan menyiapkan aksi yang akan dilakukan perseroan,” katanya kepada Kontan.co.id.

Mandiri Syariah juga tercatat punya eksposur pembiayaan dengan nilai total RP 552 miliar. Perinciannya kepada DSSAT senilai Rp 352 miliar, dan kepada DDST senilai Rp 200 miliar. Eksposur tersebut dijamin dengan agunan berupa tanah, bangunan, dan mesin milik Duniatex dengan rasio 180% dari total nilai pembiayaanya.

Baca Juga: Standard & Poor's (S&P) Pangkas Peringkat Anak Usaha Duniatex ke Posisi Default

Sementara kuasa hukum Duniatex Aji Wijaya dari kantor hukum Aji Wijaya & Co mengafirmasi upaya investigasi yang telah dimulai Bareskrim. Meski demikian ia mengaku belum mengetahui jika sudah ada perwakilan Duniatex yang sudah dimintai keterangan oleh Bareskrim.

“Bareskrim tengah melakukan penyelidikan. Saat ini perusahaan sedang mencari konfirmasi dan tentunya akan kooperatif untuk memastikan tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan perusahaan. katanya saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Selasa (24/9).

"Sementara sepanjang sepengetahuan saya, belum ada petugas Bareskrim yang datang, maupun manajemen Duniatex yang dimintai informasi,” lanjut dia.

Perkara kredit macet Dnuiatex sendiri bermula dari kegagalan DDST membayar bunga senilai US$ 13,4 juta pada 10 Juli 2019 atas pinjaman sindikasi senilai US$ 260 juta.

Kegagalan tersebut kemudian merembet, DMDT yang menerbitkan obligasi global senilai US$ 300 juta pada 12 Maret lalu gagal membayar bunga pertamanya senilai US$ 12,9 juta pada 12 September 2019.

Padahal dalam prospektusnya, DMDT punya kewajiban untuk menyisihkan pembayaran bunga pertama dari hasil penjualan bersih obligasinya tersebut. Pun manajemen Duniatex sempat menyatakan telah menyetor dana di rekening penampung.

Namun hal ini tak terwujud, Head of Finance Delta Merlin Teguh Handoko dalam keterbukaan informasi di Bursa Singapura, Kamis (12/9) menyatakan, perseroan tak memiliki kemampuan untuk membayar bunga pertamanya tersebut.

Sebagai informasi tambahan, enam entitas Duniatex yang tengah diinvestogasi Bareskrim saat ini juga tengah menghadapi perkara hukum. Mereka diajukan untuk menjalani Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Semarang.

Baca Juga: Gara-gara diajukan PKPU, Duniatex batal bertemu dengan para kreditur

Permohonan diajukan oleh salah satu pemasoknya yaitu PT Shine Golden Bridge. Perkara terdaftar dengan nomor 22/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN Niaga Smg pada 11 September 2019 lalu. Dalam permohonannya Shine Golden diketahui menagih utang senilai Rp 1,69 miliar atau setara US$ 121.000.

Shine Golden juga disebut hendak menyeret entitas properti Duniatex yaitu PT Delta Merlin Dunia Properti (DMDP) ke dalam proses PKPU, meskipun DMDP tak jadi termohon dalam perkara.

“Nilai tagihan yang diajukan pemohon adalah jumlah tagihan yang riil terutang,” ungkap Aji.

Sedangkan secara total, enam entitas Duniatex tersebut tercatat masih punya tanggungan utang senilai Rp 18,78 triliun. Perinciannya, PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT)senilai Rp 5,711 triliun, DDT senilai Rp 4,676 triliun, DMST senilai Rp 3,264 triliun, DDST senilai Rp 2,922 triliun, DSSAT senilai Rp 2,128 triliun, dan terakhir kepada Damaitex senilai Rp 97 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×