kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.880   22,00   0,12%
  • IDX 6.092   -25,13   -0,41%
  • KOMPAS100 793   -1,17   -0,15%
  • LQ45 598   -1,56   -0,26%
  • ISSI 212   -1,49   -0,70%
  • IDX30 338   -0,71   -0,21%
  • IDXHIDIV20 414   -1,85   -0,45%
  • IDX80 90   -0,23   -0,25%
  • IDXV30 111   -0,66   -0,59%
  • IDXQ30 108   -0,39   -0,36%

Bappenas: 20 Provinsi Berkategori Lower Middle Income, Hanya 2 yang High Income


Rabu, 05 April 2023 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Bappenas Catat 20 Provinsi Berkategori Lower Middle Income, Hanya 2 yang High Income


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketimpangan Product Domestic Regional Bruto (PDRB) per kapita antarprovinsi menjadi hal yang harus dibenahi oleh pemerintah. Pasalnya, masih ada 20 provinsi yang berada dalam kategori Lower Middle Income.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan hanya ada dua daerah saja yang mencapai high income, yaitu Jakarta dan Kalimantan Timur (Kaltim).

"Jakarta sampai saat ini adalah 20.103 PDRB per kapita dan Kalimantan Timur mencapai 16.083 PDRB per kapita," ucap dia 

Baca Juga: Agar Terbebas dari Middle Income Trap, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Harus 6%-7%

Menyusul di bawah Jakarta dan Kaltim, ada Kalimantan Utara, Riau, Kepulauan Riau yang masuk dalam status upper middle income.

Suharso menyampaikan dari total 20 daerah yang masih di kategori lower middle income, ada juga yang terdapat di Pulau Jawa, yaitu Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta. 

"Jadi, Pulau Jawa yang sudah masuk di upper middle income itu hanya Jawa Timur," kata dia.

Baca Juga: Bappenas Sebut Capaian Sasaran Makro Pembangunan Paruh Waktu RPJMN Meningkat

Sementara itu, berdasarkan data yang ditampilkan, provinsi yang terdapat usaha batubara dan Crude Palm Oil (CPO) cenderung memiliki PDRB per kapita tinggi.

Suharso menerangkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi harus diprioritaskan untuk daerah yang berstatus lower middle income. Hal itu juga sebagai bentuk upaya meningkatkan persentase pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6% sehingga bisa keluar dari Middle Income Trap (MIT) sebelum 2045. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×