kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.924   24,00   0,13%
  • IDX 6.322   -17,84   -0,28%
  • KOMPAS100 834   -5,08   -0,61%
  • LQ45 631   -5,34   -0,84%
  • ISSI 218   -0,40   -0,19%
  • IDX30 356   -2,68   -0,75%
  • IDXHIDIV20 440   -3,50   -0,79%
  • IDX80 95   -0,65   -0,68%
  • IDXV30 119   -0,21   -0,18%
  • IDXQ30 114   -1,00   -0,87%

Bapanas Akan Jalin Kolaborasi dengan Kementerian dan BUMN Terkait Pangan


Selasa, 22 Februari 2022 / 19:36 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen untuk berkolaborasi dengan kementerian terkait dan juga BUMN pangan.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen untuk berkolaborasi dengan kementerian terkait dan juga BUMN pangan.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, Bapanas tidak bisa sendiri dalam mengelola 9 jenis pangan yang akan menjadi tugas inti Bapanas. Sehingga pihaknya akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, dan Kementerian Perindustrian.

“izin saya minta waktu untuk konsolidasi, seperti sebelumnya saya sampaikan di Istana. Saya sampaikan bahwa Badan Pangan Nasional tidak bisa sendiri, jadi harus berkolaborasi,” katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (22/2).

Baca Juga: Kepala Bapanas: Impor Akan Jadi Opsi Terakhir

Bapanas juga akan berkolaborasi dengan dua BUMN pangan yakni Perum Bulog dan ID Food. Selain itu, kolaborasi juga akan dilakukan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan perusahaan swasta nasional.

Kolaborasi yang dimaksud akan berkaitan dengan misalnya pemanfaatan gudang dari Bulog. “Jadi di situ akan ada kolaborasi. Misalnya, yang namanya badan pangan tidak usah buat gudang lagi, orang punya Bulog se-indonesia banyak,” jelasnya.

Sementara berkaitan dengan transportasi, kata Arief, sudah ada Pusat Perdagangan Indonesia (PPI), sehingga bisa dikerjakan semua. “Jadi misalnya sudah ada yang punya, ngapain kita buat baru.” kata Arief.

Sedangkan kolaborasi dengan swasta, bisa dilakukan dengan modern market. Ia mencontohkan apa yang dilakukan ID Food terkait dengan gula yang bisa diakses melalui belanja online dan e-commerce.  “Itu semua dijalankan, karena salah satu yang menjadi challenge hari ini distribusi, konektivitas hulu dan hilir menjadi penting, kita harus ada di situ,” imbuhnya.

Baca Juga: Pekerjaan Rumah yang Mendesak Ditangani Badan Pangan Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×