kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.156   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.685   61,59   0,81%
  • KOMPAS100 1.064   7,70   0,73%
  • LQ45 765   4,67   0,61%
  • ISSI 280   2,25   0,81%
  • IDX30 406   2,37   0,59%
  • IDXHIDIV20 492   2,26   0,46%
  • IDX80 119   0,78   0,66%
  • IDXV30 139   0,73   0,53%
  • IDXQ30 130   0,67   0,52%

Banyak makelar tanah bermain izin di Bogor


Kamis, 25 April 2013 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. Kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI). 


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Wakil Bupati Bogor Karyawan Fathurachman mengakui ada banyak makelar tanah di kabupaten yang dipimpinnya, khususnya di kawasan Puncak. Pengakuan tersebut disampaikannya seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan izin tanah pemakaman mewah di Desa Tanjung Sari, Bogor.

 “Sangat banyak (makelar tanah) apalagi di puncak,” kata Karyawan saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/4). Ia menyalahkan para makelar tersebut sebagai pihak yang bermain dalam perizinan tanah di wilayahnya. 

“Yang main calo, padahal tanpa calo izin bisa dikeluarkan, izin 14 hari keluar kok,” katanya. Karyawan datang ke kantor KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi atas 5 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap perizinan tanah pemakaman elit.

KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bogor Iyus Djuher, pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Usep Jumeno, pegawai honorer Pemkab Bogor Listo Wely Sabu, Direktur PT Gerindo Perkasa Sentot Susilo dan seorang dari swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×