kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Banyak Desakan Program MBG Dihentikan Sementara, Luhut: Tidak Usah, Kita Sudah Bagus


Jumat, 03 Oktober 2025 / 20:37 WIB
Banyak Desakan Program MBG Dihentikan Sementara, Luhut: Tidak Usah, Kita Sudah Bagus
ILUSTRASI. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pinsar Pandjaitan menanggapi desakan agar Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara. 

Hal ini menyusul banyaknya kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di beberapa daerah. 

Menurut Luhut program ini tidak perlu dihentikan, karena telah berjalan dengan baik. 

"Enggak usah dihentikan, kita dilihat bagus kok," ungkapnya dalam konferensi Pers bersama BGN di Kantor DEN, Jumat (3/10/2025). 

Baca Juga: Banyak Kasus Keracunan, Puan Minta Evaluasi Total Program MBG

Luhut mengingatkan bahwa setiap program tidak bisa berjalan langsung berhasil. Menurutnya, perlu proses yang harus dilalui. 

Luhut menyayangkan ada kejadian keracunan di beberapa daerah. Namun, dia memastikan seluruh kekurangan yang terjadi di program ini akan segera diperbaiki. 

"Yang penting prosesnya kita lihat bagus, jalan. Kalau kurang di sana sini kita perbaiki. Kita jangan juga terus pesimis kalau ada yang kurang di sana sini," ungkapnya. 

Baca Juga: Cegah Keracunan MBG, Pemerintah Bakal Wajibkan SPPG Punya Tiga Sertifikasi Ini

Sebelumnya, Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) melalui perwakilannya menilai program MBG sebaiknya dihentikan sementara, karena dinilai sarat misalokasi anggaran.

"Dengan mengubah penerima MBG dari yang bersifat universal menjadi targeted, pemerintah dapat memperbaiki misalokasi anggaran serta menyesuaikan program dengan tujuan kebijakan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat digunakan secara efektif,” ujar Ekonom Lili Yan Ing.

Senada, Ekonom Milda Irhamni dari AEI juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi program sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen untuk menghindari konflik kepentingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×