kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.282   149,86   1,84%
  • KOMPAS100 1.170   24,04   2,10%
  • LQ45 840   11,01   1,33%
  • ISSI 296   7,37   2,56%
  • IDX30 435   3,95   0,92%
  • IDXHIDIV20 518   -0,19   -0,04%
  • IDX80 131   2,50   1,95%
  • IDXV30 143   1,39   0,98%
  • IDXQ30 140   0,04   0,03%

Banyak BUMN masuk list rentan bangkrut, ini penyebabnya


Kamis, 05 Desember 2019 / 04:43 WIB
Banyak BUMN masuk list rentan bangkrut, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa hari lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang masuk dalam daftar rentan bangkrut. Dari data itu diketahui, sektor aneka industri dan pertanian memiliki kinerja terburuk.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, salah satu penyebab banyak BUMN aneka industri dan pertanian berada di zona merah lantaran kurangnya aset lancar pada perusahaan-perusahaan itu.

Selain itu, laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang BUMN aneka industri dan pertanian kantongo tidak cukup untuk menghadapi tekanan perekonomian.

Baca Juga: Meski rasio DER tinggi, analis ini masih rekomendasikan beli saham BUMN karya

Oleh karena itu, pemerintah akan menggelontor tambahan modal berupa penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN yang mengalami financial distress. Sehingga,  bisa menjadi stimulus kinerja keuangan perusahaan-perusahaan itu.

Tentu, berbekal penilaian tersebut, Kemenkeu bisa lebih berhati-hati dalam memberikan PMN. Sebab, tujuan utama suntikan modal tersebut adalah menciptakan leverage dari setiap uang yang pemerintah injeksi kepada BUMN.  

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, indikasi kinerja keuangan yang buruk terlihat dari indeks Altman Z-Score. Skor rata-rata BUMN aneka industri berada di level 0, sementara BUMN pertanian negatif 0,4.

Baca Juga: Ini alasan puluhan nasabah Jiwasraya sambangi DPR hari ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×