Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan menahan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, setelah kenaikan suku bunga dua kali pada Juni 2026.
Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai, penahanan suku bunga diperlukan untuk melihat sejauh mana transmisi kebijakan moneter sebelumnya bekerja terhadap berbagai indikator ekonomi domestik.
“Proyeksi tersebut dapat menjadi pilihan untuk menilai efektivitas transmisi kebijakan sebelumnya terhadap stabilitas rupiah, inflasi, pasar SBN, likuiditas, dan pertumbuhan kredit,” tutur Banjaran kepada Kontan, Senin (20/7/02026).
Baca Juga: Prabowo Heran RI Negara Penghasil Sawit Tapi Minyak Goreng Sempat Langka
Meski demikian, ia melihat, risiko kenaikan BI-Rate ke level 6,00% atau meningkat 25 basis poin (bps) tetap terbuka apabila tekanan eksternal kembali meningkat.
Menurutnya, tekanan eksternal akan meningkat terutama melalui penguatan dolar AS, kenaikan yield US Treasury, atau pelemahan rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
