kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Bank Indonesia digeledah 45 orang penyidik KPK


Selasa, 25 Juni 2013 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Fokus pelaku pasar di pekan ini akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Terkait kasus Bank Century, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap Bank Indonesia (BI). Ada pun jumlah penyidik KPK yang melakukan penggeledahan itu berjumlah 45 orang.

Tadi pagi, sekitar pukul 10.30 WIB, para pemeriksa mendatangi BI. Mereka datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, kedatangan mereka membawa surat perintah penyidikan, surat dari pengadilan seumpama jika ada yang perlu disita.

Para penyidik itu disambut oleh Departemen Hukum, dan melanjutkan pemeriksaan ke departemen-departemen yang dituju. "Mereka sekarang sudah melakukan pemeriksaan dokumen-dokumen. Ini pun masih berlangsung," sebut Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs, di Ruang Pers BI, Selasa, (25/6).

Peter menyebutkan, para pemeriksa KPK menyebar ke beberapa departemen yang berkaitan dengan kasus Bank Century. Misalnya saja Departemen Pengawasan Perbankan, Departemen Moneter, dan lain-lain. Empat puluh lima pemeriksa tersebut menyebar supaya proses pencarian data berlangsung cepat.

Para pemeriksa itu mencari dokumen untuk melengkapi kebutuhan data kasus Century. Mereka melakukan perbandingan, dokumen mana yang mereka sudah dan belum punya. Kemudian, mereka memfotokopi dokumen-dokumen yang mereka belum punya.

Peter mengklaim, penyidik dari KPK itu tidak mengalami kesulitan dalam pencarian dokumen. Karena BI terbilang rapih dalam penyimpanan. "Dokumen kita tersentralisir," akunya.

Penggeledahan ini tidak didampingi petinggi BI. Peter menyebutkan, pihak yang mengurus yaitu orang yang bertanggung jawab menangani dokumen. BI merasa bahwa pihaknya terbuka untuk pemberian dokumen bagi KPK. "Semua dokumen bisa diakses dan diambil, karena kita merasa tidak ada apa-apa," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×