kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bank Dunia sebut UU Cipta Kerja sinyal Indonesia terbuka untuk bisnis


Jumat, 16 Oktober 2020 / 11:06 WIB
Bank Dunia sebut UU Cipta Kerja sinyal Indonesia terbuka untuk bisnis
ILUSTRASI. A participant stands near a logo of World Bank at the International Monetary Fund - World Bank Annual Meeting 2018 in Nusa Dua, Bali, Indonesia, October 12, 2018.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. World Bank (Bank Dunia) memandang Undang-Undang Cipta Kerja sebagai angin segar bagi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (16/10), UU ini merupakan upaya reformasi besar dalam menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung aspirasi jangka panjang untuk menggiring masyarakat menjadi sejahtera.

"Dengan menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, hal ini dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan," tulis keterangan tersebut.

Baca Juga: Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali pulih di tahun 2021

Bank Dunia juga memandang kalau UU ini perlu diimplememtasikan secara konsisten sehingga memerlukan peraturan pelaksanaan yang kuat guna memastikan pertumbuhan ekonomi bisa inklusif dan berkelanjutan.

Bersama dengan pemerintah Indonesia, Bank Dunia berkomitmen untuk mengambil peran dalam reformasi-reformasi ini. Menurutnya, tak lain dan tak bukan, untuk semakin menyejahterakan rakyat Indonesia.

Selanjutnya: Jutaan kelas menengah di Asia Tenggara masuk jurang kemiskinan karena pandemi corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×