kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Bank Dunia Peringatkan Nasib Kelas Menengah, Ini Kata Ekonom


Kamis, 11 Juni 2026 / 18:44 WIB
Bank Dunia Peringatkan Nasib Kelas Menengah, Ini Kata Ekonom
ILUSTRASI. Kelas menengah dapat tekanan


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Chief Economist PT Bank Tabungan Negara Tbk Myrdal Gunarto mengatakan, pemerintah perlu mengambil sejumlah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi dan memperluas kelas menengah di tengah tantangan kualitas lapangan kerja yang disoroti Bank Dunia.

Menurut Myrdal, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, terutama untuk menarik investasi global ke Indonesia.

"Mendorong iklim investasi, khususnya investasi dari global, lebih kondusif lagi. Dengan cara kepastian hukum berusaha itu dijamin," kata Myrdal kepada KONTAN, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Pagu Baru Rp 98 Triliun, Kementerian PU Masih Kekurangan Anggaran Rp 121 Triliun

Ia menambahkan, kemudahan dalam membuka usaha dan mendirikan pabrik juga perlu diperkuat. Selain itu, regulasi perpajakan harus dibuat lebih jelas agar memberikan kepastian bagi investor.

Langkah kedua yang dinilai penting adalah mendorong sektor-sektor ekonomi yang memiliki dampak pengganda besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui percepatan program hilirisasi.

Menurut Myrdal, hilirisasi tidak hanya perlu difokuskan pada sektor pertambangan, tetapi juga diperluas ke sektor pertanian, kelautan, dan berbagai sektor berbasis sumber daya alam lainnya.

Selain aspek investasi dan industri, Myrdal menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menilai pendidikan vokasi perlu diperluas agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Tak hanya itu, Myrdal juga mendorong adanya kerja sama dengan negara-negara maju untuk memperluas peluang penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

"Jadi itu yang kita lihat bisa memberikan pengaruh positif buat tenaga kerja di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Bareskrim Sita Pabrik Emas Ilegal dengan Nilai Transaksi Rp 25,9 Triliun

Pernyataan tersebut sejalan dengan peringatan yang disampaikan Bank Dunia terkait kondisi kelas menengah Indonesia.

Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, Bank Dunia menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang, kualitas pekerjaan dan perkembangan pendapatan masyarakat masih menjadi tantangan serius.

Lembaga tersebut menyebut risiko domestik berpotensi memperburuk tekanan eksternal yang sedang dihadapi perekonomian nasional. 

Salah satu perhatian utama adalah lemahnya kualitas lapangan kerja serta menurunnya upah riil pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi.

Baca Juga: Harga Pertamax Melambung, Kementerian ESDM Jawab Nasib Kelas Menengah

Menurut Bank Dunia, kondisi tersebut dapat membatasi kemampuan rumah tangga meningkatkan konsumsi sekaligus menghambat mobilitas ekonomi masyarakat menuju kelompok kelas menengah yang lebih kuat.

"Kualitas pekerjaan yang lemah serta penurunan upah riil di kalangan pekerja berkeahlian menengah dan tinggi juga dapat membatasi konsumsi rumah tangga dan menghambat perluasan kelas menengah," tulis Bank Dunia dalam laporannya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×