kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.094   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.216   29,92   0,48%
  • KOMPAS100 816   4,51   0,56%
  • LQ45 621   1,96   0,32%
  • ISSI 215   0,78   0,36%
  • IDX30 349   0,72   0,21%
  • IDXHIDIV20 431   0,93   0,22%
  • IDX80 93   0,44   0,47%
  • IDXV30 118   0,52   0,44%
  • IDXQ30 112   0,10   0,09%

Bank Dunia: Indonesia perlu menambah rasio belanja sebesar 4,6% dari PDB


Kamis, 25 Juni 2020 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,14/03-KAWASAN PT Danayasa Arthatama Tbk (SCDB) . Gedung perkantoran di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (14/03). KONTAN/Fransiskus Simbolon/14/03/2017


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

Besaran tingkat belanja ini, juga telah disesuaikan untuk negara-negara berpenghasilan menengah.

Meski perlu menambah rasio belanja, tetapi tidak berarti belanja tersebut harus diprioritaskan kepada sektor kesehatan, bansos, ataupun infrastruktur.

Baca Juga: 10 Negara dengan pertumbuhan ekonomi terburuk 2020 menurut IMF

"Pasalnya, pada beberapa sektor di dalam jangka pendek, meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja sama pentingnya atau bahkan lebih penting dibandingkan dengan memberikan rasio belanja tambahan," tulis Bank Dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×