kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bank Dunia: Defisit Indonesia naik, capital outflow membahayakan ekonomi Indonesia


Jumat, 06 September 2019 / 04:36 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Resesi global. Dua kata ini telah menjadi momok yang menjadi kecemasan sejumlah negara. Saat ekonomi sejumlah negara melambat, kondisi itu juga menjadi potensi risiko yang semakin besar bagi perekonomian Indonesia.

Dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Kamis (5/9), bertajuk Global Economic Risks and Implications for Indonesia, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menurun di tengah perlambatan ekonomi global.

“Pertumbuhan PDB Indonesia akan berlanjut menurun akibat lemahnya produktivitas dan pertumbuhan tenaga kerja yang melambat,” terang Bank Dunia.

Baca Juga: Pembiayaan utang 2020 lebih rendah, Kemenkeu siapkan strategi

Selain itu, menurunnya harga komoditas dunia juga akan semakin menekan perekonomian Indonesia. Bank Dunia menggambarkan, setiap 1 poin persentase (percentage point) penurunan ekonomi China, berdampak pada penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,3 percentage point.




TERBARU

[X]
×