Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mendapatkan 18 undangan untuk berkunjung ke luar negeri kembali.
Prabowo mengatakan hal itu didapatkannya usai menerima 18 duta besar baru di Istana Kepresidenan pada beberapa hari yang lalu.
"Dua hari tiga hari ini saya menerima berapa, 18 duta besar. Hampir semuanya menyampaikan undangan dari presiden dan perdana menteri masing-masing. Bayangkan 18 negara itu, terbangnya sudah kelenger aku," kata Prabowo dalam Peresmian Pembukaan Munas HIPMI, dipantau secara daring dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Banjir Sumatra Barat, Pastikan Pemulihan dan Penanganan Cepat
Menurut Presiden, banyaknya undangan tersebut merupakan risiko logis dari posisi geopolitik Indonesia yang strategis dan menganut prinsip ekonomi politik bebas aktif (non-aligned).
Di tengah eskalasi konflik global dan ketidakpastian rantai pasok ekonomi dunia, posisi Indonesia yang netral justru menjadikannya sebagai mitra dagang dan investasi yang paling dicari oleh banyak blok kekuatan dunia.
Prabowo menambahkan, posisi Indonesia sebagai bagian dari organisasi internasional utama seperti G20, APEC, OKI, hingga proses bergabungnya RI ke dalam blok ekonomi BRICS, membuat daya tawar investasi domestik kian diperhitungkan.
Oleh sebab itu, pemeliharaan hubungan baik dengan seluruh kekuatan ekonomi global menjadi hal yang mutlak demi mengamankan kepentingan ekonomi nasional.
Baca Juga: Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Duta Besar Negara Sahabat
Dia mencontohnya mendapatkan undangan langsung dari Trump hingga Putin untuk memperkuat kerjasama strategis.
"Jadi saudara-saudara, Presiden Amerika undang, Presiden Rusia undang juga. Gue nongol di Washington, gue nggak nongol di Moskow? Nggak bisa. Habis itu diundang lagi oleh Presiden Xi Jinping. Ya aku hadir," jelas Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












