kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.935   22,00   0,12%
  • IDX 6.065   28,02   0,46%
  • KOMPAS100 781   4,08   0,53%
  • LQ45 599   3,15   0,53%
  • ISSI 211   0,88   0,42%
  • IDX30 333   2,61   0,79%
  • IDXHIDIV20 426   3,09   0,73%
  • IDX80 89   0,43   0,49%
  • IDXV30 115   0,64   0,55%
  • IDXQ30 109   0,73   0,67%

Bank Dunia: Defisit Indonesia naik, capital outflow membahayakan ekonomi Indonesia


Jumat, 06 September 2019 / 04:36 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pada resesi 2009, misalnya, pertumbuhan ekonomi global turun hingga 6,2% dari tahun 2007, disertai dengan harga komoditas yang jatuh. Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga melambat 1,7%.

Baca Juga: Bankir menyebut pemangkasan suku bunga bank sentral Eropa punya efek samping serius

Perlambatan ekonomi global, ditambah perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang berlanjut, potensi resesi ekonomi AS, juga pelemahan ekonomi Eropa dan China, dipandang Bank Dunia bakal memicu arus keluar modal (capital outflow) yang lebih besar. “Ini dapat menyebabkan suku bunga acuan Indonesia kembali meningkat dan rupiah terdepresiasi lebih dalam,” lanjutnya.

Baca Juga: Bank Dunia: Terlalu fokus kurangi CAD, pertumbuhan ekonomi Indonesia lesu

Capital outflow tersebut semakin berbahaya lantaran sampai saat ini Indonesia masih mengalami defisit neraca transaksi berjalan (CAD). Kuartal II-2019 lalu, CAD Indonesia mencapai US$ 8,4 miliar atau 3% dari PDB. Defisit ini naik dari US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB pada kuartal pertama.

Baca Juga: Perang dagang menekan harga ICP bulan Agustus ke level US$ 57,27 per barel




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×