kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Menhan Minta Tambahan Anggaran Rp 195 Triliun, Sebut TNI Kini Pikul Tugas Lebih Luas


Rabu, 10 Juni 2026 / 17:09 WIB
Menhan Minta Tambahan Anggaran Rp 195 Triliun, Sebut TNI Kini Pikul Tugas Lebih Luas
ILUSTRASI. Sjafrie Sjamsoeddin (KOMPAS.COM/BANAR FIL ARDHI)


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 195 triliun kepada Komisi I DPR untuk tahun anggaran 2027.

Permintaan itu disampaikan setelah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) hanya memperoleh pagu indikatif Rp 139 triliun, jauh di bawah kebutuhan yang diajukan sebesar Rp 667 triliun.

Sjafrie menegaskan tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional yang dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan negara.

Baca Juga: Trik Cat Ruangan Sempit biar Terasa Lebih Luas, Desainer Interior Lakukan Cara Ini

Menurut dia, pertahanan tidak hanya berfungsi menjaga kedaulatan, tetapi juga menjadi “sabuk pengaman” bagi agenda pembangunan nasional.

"Kami mengusulkan anggaran tambahan sebesar Rp 195 triliun agar sistem pertahanan negara dapat berjalan optimal. Sistem pertahanan merupakan safety belt bagi pembangunan nasional," kata Sjafrie usai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan kebutuhan anggaran pertahanan terus meningkat seiring meluasnya peran TNI yang kini tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, TNI juga terlibat dalam berbagai tugas mendukung program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur dan penanganan dampak bencana alam.

Sjafrie mencontohkan keterlibatan TNI dalam pembangunan sarana dan prasarana di sejumlah wilayah, termasuk daerah-daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Ruangan Sempit Terasa Sesak? Coba 6 Trik Cat Ini biar Rumah Tampak Lebih Luas

Saat ini, prajurit TNI juga ikut membangun jembatan dan fasilitas publik lainnya untuk membantu pemerintah mempercepat pemulihan serta konektivitas wilayah.

Selain itu, Kemenhan menilai tantangan pertahanan semakin dinamis sehingga membutuhkan pembangunan kekuatan militer yang berkelanjutan.

Karena itu, kebutuhan anggaran tidak hanya ditujukan untuk operasional dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga untuk mendukung berbagai tugas baru yang dijalankan TNI di lapangan.

Meski demikian, Sjafrie memastikan Kemenhan telah melakukan evaluasi internal dan menyusun skala prioritas agar penggunaan anggaran tetap efektif.

Menurut dia, tambahan dana yang diajukan menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kesiapan pertahanan sekaligus mendukung berbagai tugas negara yang terus berkembang.
.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/06/10/16270881/menhan-minta-tambahan-angaran-rp-195-triliun-singgung-tugas-tni-bangun?source=headline.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×