kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Banjir Bandang Terjang Sitaro, 16 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak


Selasa, 06 Januari 2026 / 15:33 WIB
Banjir Bandang Terjang Sitaro, 16 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak
ILUSTRASI. Korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus bertambah. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus bertambah.

Hingga Selasa (6/1/2026) siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 16 orang meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan serius.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa selain korban jiwa, masih ada tiga orang yang dinyatakan hilang. Bencana yang dipicu hujan berintensitas tinggi ini melanda empat kecamatan sejak Senin (5/1/2026) dini hari.

"Lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas lainnya masih dalam proses. Selain itu, 22 orang luka-luka dan 682 jiwa tercatat mengungsi ke tempat aman," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Bencana Banjir Bandang Sitaro, BNPB Catat Korban Meninggal 11 Jiwa

Dari sisi kerugian, BNPB mencatat kerusakan infrastruktur dan permukiman warga cukup masif di Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Aliran air sungai yang meluap tiba-tiba menghanyutkan tujuh unit rumah warga.

"Data sementara menunjukkan 29 unit rumah rusak berat dan 112 unit rumah rusak ringan. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan kerugian materiil karena sejumlah akses jalan dilaporkan terputus," jelasnya.

Merespons kondisi yang kian genting, Pemerintah Daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Sitaro. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, guna mempercepat mobilisasi bantuan dan personel.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Rampungkan Pembangunan 1.000 Unit Rumah untuk Korban Banjir Sumatera

Saat ini, BPBD Sitaro bersama Basarnas, TNI/Polri, dan relawan fokus pada pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian. Bantuan logistik mulai disalurkan ke titik-titik yang masih bisa dijangkau kendaraan.

BNPB pun mewanti-wanti potensi kerugian lebih lanjut mengingat cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Sulawesi Utara. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat kembali mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah kepulauan tersebut.

Selanjutnya: Bakal Diakuisisi Ningbo Lixing 63,5%, Saham KOKA Bergerak Naik

Menarik Dibaca: Wanita Wajib Tahu! Ini 5 Makanan yang Sering Menyebabkan Kista

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×