kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bahlil: Investasi di Sektor Energi Terbarukan ASEAN Perlu Ditingkatkan 4 Kali Lipat


Sabtu, 02 September 2023 / 12:54 WIB
Bahlil: Investasi di Sektor Energi Terbarukan ASEAN Perlu Ditingkatkan 4 Kali Lipat
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberi sambutan saat pembukaan ASEAN Investment Forum di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (2/9/2023).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu pilar penting berkelanjutan dari sisi energi adalah peningkatan pada sektor energi terbarukan. Saat ini investasi di sektor tersebut tumbuh positif.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, pada 2022 lalu, investasi grendfield dalam sektor SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan ASEAN meningkat sekitar 117% menjadi US$ 34 miliar dengan sektor penerima terbesar adalah energi terbarukan yakni US$ 17,9 miliar naik 240% dari 2021.

“Akan tetapi, meski demikian peningkatan investasi tersebut masih perlu terus didorong. Harus meningkat 4 kali lipat,” tutur Bahlil dalam ASEAN Invesment Forum, Sabtu (2/9).

Secara total pada 2022, investasi di sektor energi terbarukan berjumlah Rp 43 miliar. Sehingga kebutuhan investasi ASEAN untuk sektor energi terbarukan setiap tahunnya sekitar US$  180 miliar atau harus meningkat 4 kali lipat untuk mencapai target transisi energi ASEAN.

Baca Juga: Bahlil: Komitmen Investasi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Capai Rp 630 T

“Kita mempunyai SDM tapi kalau tidak cukup Foreign Direct Investment (FDI) masuk untuk mendorong tentang investasi di transisi energi akan susah untuk kemudian dapat diwujudkan bersama-sama,” ujarnya.

Meski begitu, Bahlil menyampaikan, meski  aliran investasi ke ASEAN masih sangat masif, tujuannya sebenarnya bukan hanya semata untuk meningkatkan angka investasi, angka jumlah nilai atau nominal.

Akan tetapi, seharusnya yang lebih difokuskan adalah bagaimana investasi tersebut dapat lebih berperan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan SDGs. Hal ini karena di negara manapun, investasi harus secara berkualitas dan berdampak positif, serta ikut dirasakan oleh masyarakat manfaarnya.

“Ini juga sejalan dengan tema besar keketuaan Indonesia di ASEAN, karena dalam keketuaan kali ini mengangkat tema investasi untuk pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×