kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Badai PHK dan Kontraksi Manufaktur Bisa Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


Selasa, 06 Agustus 2024 / 09:48 WIB
Badai PHK dan Kontraksi Manufaktur Bisa Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/7/2024). Skenario terburuknya perekonomian Indonesia bisa tak mencapai target pemerintah sebesar 5,2% secara tahunan.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Di sisi lain, Ana berharap peluang penurunan suku bunga The Fed diharapkan bisa menjadi angin segar bagi sektor riil tahun ini.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto sepakat, perekonomian Indonesia saat ini semakin menunjukkan perlambatan.

“Kemungkinan bisa di bawah 5%, Indef memproyeksi 4,8% untuk keseluruhan 2024 ini,” tutur Eko.

Baca Juga: ASN Lajang Diprioritaskan Pindah ke IKN Tahap Awal

Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, Eko menyarankan agar pemerintah menjaga industri padat karya, agar industri tersebut tetap tumbuh dan PHK tidak berketerusan.

Selain itu, perlu juga menjaga minat konsumsi masyarakat, terutama kelas menengah dengan tidak menaikkan berbagai pungutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×