kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -13.000   -0,52%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Aturan Baru DHE SDA Berlaku Mulai 1 Maret, Pemerintah Bidik Devisa US$ 165 Miliar


Sabtu, 01 Maret 2025 / 06:01 WIB
Aturan Baru DHE SDA Berlaku Mulai 1 Maret, Pemerintah Bidik Devisa US$ 165 Miliar
ILUSTRASI. Pemerintah menargetkan total devisa mencapai US$ 165,96 miliar dari ketentuan terbaru devisa hasil ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang mulai berlaku 1 Maret 2025.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Aturan baru devisa hasil ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) mulai berlaku 1 Maret 2025.

Pemerintahan Prabowo Subianto menargetkan, total devisa mencapai US$ 165,96 miliar dari ketentuan terbaru DHE SDA ini.

Hal ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mewajibkan 100% DHE SDA harus parkir selama 1 tahun dalam sistem keuangan domestik.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa nilai ekspor Indonesia sepanjang 2024 mencapai US$ 264,7 miliar. Nah, sekitar 62,7% ini berasal dari hasil ekspor SDA.

"Jadi jumlah ekspor SDA kita sangat besar, kira-kira mendominasi 62,7% dari total ekspor kita yang besarnya US$ 264,7 miliar," ujar Susiwijono dalam Sosialisasi PP 8/2025, Jumat (28/2).

Baca Juga: BI Rilis 80 Bank yang Bisa Ikut Lelang Perdana SVBI/SUVBI DHE SDA

Susiwijono memerinci, dari total nilai tersebut, sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar mencapai US$ 102,8 miliar.

Kemudian sektor perkebunan senilai US$ 46,7 miliar, terutama dari komoditas kelapa sawit. 

Begitu pula sektor kehutanan sekitar US$ 10,5 miliar, dan perikanan sekitar US$ 6 miliar.

"Jadi SDA kita perlu atur devisa hasil ekspornya, tujuannya untuk kita manfaatkan betul supaya mendorong perekonomian nasional kita, dan dari sisi jumlahnya 62,7% dari total ekspor nasional kita," imbuh Susiwijono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×