kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Asosiasi kakao minta pemerintah kaji ulang data lahan dan produksi


Kamis, 02 Agustus 2018 / 19:04 WIB
Asosiasi kakao minta pemerintah kaji ulang data lahan dan produksi
ILUSTRASI. Sentra Perkebunan Kakao di Sulawesi


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi kakao meminta pemerintah lebih teliti dalam melakukan pendataan produksi dan lahan. Pasalnya, keserampangan data antar kementerian dan lembaga berpotensi membuat proyeksi dan regulasi komoditas ini jadi tidak efektif.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya meminta pemerintah sebaiknya memperbaiki pendataan akan lahan dan produktivitas antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Pasalnya dalam catatan BPS, luas lahan kakao dilaporkan sebesar 1,69 juta hektare (ha) di tahun 2016. Sedangkan pada data laporan resmi BPS tahun 2017, luas lahan kakao telah mencapai 1,72 juta ha.

Tak hanya itu, data produksi kakao versi Kemtan dilaporkan sebesar 688.000 ton pada tahun 2017. Sedangkan angka yang dimiliki asosiasi adalah 260.000 ton. "Perbedaan data harus segera diperbaiki, karena data yang akurat akan berpengaruh pada kebijakan pemerintah," tegas Sindra.

Mengutip laporan Outlook 2017 Komoditas Sektor Perkebunan Kakao yang diterbitkan Kementerian Pertanian, pada angka estimasi Ditjen Perkebunan, tanaman menghasilkan kakao di Indonesia diproyeksikan akan turun sebesar 1,32 % menjadi 862.630 ha pada tahun 2018.

Kemudian, dengan perhitungan tersebut, produksi tahun ini bisa mencapai 691.870 ton atau naik 0,56% dari angka estimasi Ditjen Perkebunan tahun sebelumnya. Artinya bila Kemtan optimistis produksi bakal bertambah, seharusnya diikuti dengan program pengembangan kakao.

Namun, Sindra melihat, upaya terakhir yang signifikan membantu petani adalah Gerakan Nasional Kakao yang berakhir pada tahun 2013 silam. "Gerakan Nasional Kakao harus dilanjutkan lagi minimal lima tahun," kata Sindra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×