Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Laode juga menyinggung kebijakan pemerintah pada 2026 untuk mengurangi ketergantungan impor solar dengan mengandalkan peningkatan produksi dalam negeri. Menurutnya, arah kebijakan tersebut terkait rencana beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek RDMP Balikpapan tersebut diupayakan dapat beroperasi pada Januari 2026.
“Tahun 2026 ini sesuai yang sudah diumumkan oleh Pak Menteri, bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan,” tutur Laode. Ia mengatakan, perkembangan terkait RDMP dan kebijakan lanjutan akan disampaikan pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Tonton: Cadangan Minyak Venezuela Terbesar di Dunia, Terancam Dikuasai AS?
Kesimpulan
Eskalasi konflik AS–Venezuela menyita perhatian global setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro, namun pemerintah Indonesia memastikan dampaknya terhadap pasokan dan harga BBM domestik masih terbatas karena sumber impor minyak berasal dari wilayah lain. Meski demikian, pemerintah dan Pertamina tetap melakukan pemantauan ketat mengingat Venezuela merupakan pemilik cadangan minyak terbesar dunia, sembari menyiapkan langkah struktural jangka menengah melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengoperasian RDMP Balikpapan guna menekan ketergantungan impor energi.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Konflik AS–Venezuela, Apakah Berdampak pada BBM di Indonesia?"
Selanjutnya: Tambal Sulam Si Koboi
Menarik Dibaca: Rekomendasi Bedak Tabur Terbaik yang Anti Longsor, Cocok buat Kerja dan Magang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












