kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

AS Tangkap Presiden Venezuela, Amankah Pasokan BBM Indonesia?


Rabu, 07 Januari 2026 / 06:12 WIB
AS Tangkap Presiden Venezuela, Amankah Pasokan BBM Indonesia?
ILUSTRASI. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan eskalasi konflik AS–Venezuela belum berdampak signifikan terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026). Hal itu mengakibatkan terjadinya beberapa ledakan di sejumlah lokasi Caracas. Warga yang panik pun berhamburan ke luar rumah.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan gabungan militer telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam serangan itu.

“AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” katanya dikutip dari Kompas.com, Minggu (4/1/2026).

Trump menuding Venezuela sebagai asal dari gelombang migran yang memadati perbatasan selatan AS dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menuduh bahwa pemerintahan Maduro membebaskan para tahanan dan pasien rumah sakit jiwa untuk dikirim ke AS sebagai bagian dari skema migrasi massal.

Selain itu, Trump juga mengeklaim bahwa Venezuela sebagai jalur transit utama dalam penyelundupan kokain dan berperan dalam krisis fentanil yang menewaskan ribuan warga AS. Pemerintah Venezuela membantah keras klaim tersebut dan menyebut pernyataan Trump sebagai fitnah tak berdasar.

Di sisi lain, Venezuela sendiri diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Oleh karena itu, minyak global termasuk Indonesia berpotensi terganggu akibat konflik AS–Venezuela.

Baca Juga: Wajib Aktifkan MFA ASN Digital! Ini Cara dan Solusi Jika Gagal Login

Apakah konflik AS–Venezuela berdampak pada BBM di Indonesia?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan eskalasi konflik AS–Venezuela belum berdampak signifikan terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga BBM saat ini.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata dia dilansir dari Antara, Senin (5/1/2026).

Laode menyebut, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi dan pemantauan perkembangan situasi, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak dunia.

Sementara itu, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menyampaikan perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 71,09 persen pada Maurel & Prom (M&P) yang salah satu asetnya berada di Venezuela.

PIEP menyatakan berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela. Perusahaan juga menyampaikan terus melakukan pemantauan secara cermat serta menjalin koordinasi berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai langkah kehati-hatian.

Baca Juga: Strategi Front Loading, Kemenkeu Targetkan Lelang SBN Rp 220 Triliun Kuartal I-2026

Laode juga menyinggung kebijakan pemerintah pada 2026 untuk mengurangi ketergantungan impor solar dengan mengandalkan peningkatan produksi dalam negeri. Menurutnya, arah kebijakan tersebut terkait rencana beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek RDMP Balikpapan tersebut diupayakan dapat beroperasi pada Januari 2026.

“Tahun 2026 ini sesuai yang sudah diumumkan oleh Pak Menteri, bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan,” tutur Laode. Ia mengatakan, perkembangan terkait RDMP dan kebijakan lanjutan akan disampaikan pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.

Tonton: Cadangan Minyak Venezuela Terbesar di Dunia, Terancam Dikuasai AS?

Kesimpulan 

Eskalasi konflik AS–Venezuela menyita perhatian global setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro, namun pemerintah Indonesia memastikan dampaknya terhadap pasokan dan harga BBM domestik masih terbatas karena sumber impor minyak berasal dari wilayah lain. Meski demikian, pemerintah dan Pertamina tetap melakukan pemantauan ketat mengingat Venezuela merupakan pemilik cadangan minyak terbesar dunia, sembari menyiapkan langkah struktural jangka menengah melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengoperasian RDMP Balikpapan guna menekan ketergantungan impor energi.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Konflik AS–Venezuela, Apakah Berdampak pada BBM di Indonesia?"

Selanjutnya: Tambal Sulam Si Koboi

Menarik Dibaca: Rekomendasi Bedak Tabur Terbaik yang Anti Longsor, Cocok buat Kerja dan Magang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×