kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

APBN Catat Surplus Rp 107,4 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani


Selasa, 27 September 2022 / 04:50 WIB
APBN Catat Surplus Rp 107,4 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 masih mencetak surplus pada hingga Agustus 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, surplus APBN pada periode laporan sebesar Rp 107,4 triliun atau sebesar 0,58% dari produk domestik bruto (PDB). 

Keuntungan tak hanya terlihat di kinerja anggaran, bendahara negara menyebut keseimbangan primer hingga 31 Agustus 2022 mencetak surplus sebesar Rp 342,1 triliun. Seiring dengan kondisi tersebut, pembiayaan anggaran tercatat menurun 46,0% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 286,8 triliun.

Sri Mulyani menyebut, dengan surplus APBN yang masih terjadi dan issuance utang yang jauh lebih rendah, strategi APBN ini menjadi tepat. Apalagi, di tengah ketidakpastian dunia yang menawarkan tantangan lebih besar. 

Baca Juga: Ekonom Proyeksi Surplus Transaksi Berjalan Capai 3% dari PDB di Kuartal III-2022

"Tantangan ini berupa cost of fund yang tinggi, guncangan sektor keuangan, serta tren kenaikan suku bunga, dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS)," jelas Sri Mulyani dalam paparan APBN KiTa Agustus 2022, Senin (26/9). 

Seiring kondisi tersebut, negara memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) sebesar Rp 394,2 triliun atau lebih tinggi dari SILPA pada periode sama tahun 2021 yang sebesar Rp 148,0 triliun. 

Dengan kinerja APBN tersebut, Sri Mulyani mengaku akan terus menjaga kinerja anggaran dari tantangan yang menghadang. Termasuk, pembayaran subsidi dan kompensasi yang akan melonjak tinggi pada kuartal III-2022 dan kuartal IV-2022. 

"Kami akan menggunakan seluruh penerimaan yang ada, ini adalah komitmen pemerintah untuk menggunakan APBN untuk terus melindungi masyarakat perekonomian dan sekaligus melindungi APBN agar terjaga secara seimbang," tandasnya. 

Baca Juga: Waspada! Ekonomi Indonesia Masih Diselimuti Ketidakpastian Global

Sebagai tambahan informasi, surplus APBN 2022 ini berasal dari pendapatan negara yang masih lebih tinggi dari belanja negara. Negara berhasil mengantongi pendapatan negara sebesar Rp 1.764,4 triliun hingga Agustus 2022.

Ini tumbuh 49,8% dari periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan belanja negara tercatat Rp 1.657,0 triliun hingga Agustus 2022, atau tumbuh 6,2% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×