Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran mengancam kelancaran rantai pasok bahan bakar minyak (BBM) global. Menanggapi situasi geopolitik yang memanas tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan strategi pengamanan pasokan BBM dalam negeri tetap berjalan sesuai dengan mitigasi yang telah disiapkan sejak awal konflik.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyatakan bahwa langkah penanganan yang diambil perseroan saat ini masih konsisten dengan skema mitigasi sebelumnya.
"Ini sama prinsipnya dengan yang dilakukan Pertamina pada saat Konflik Timur Tengah ini bermula ya. Jadi tidak lebih dan tidak kurang seperti keterangan yang sudah disampaikan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Berisiko Tekan Rupiah
Terkait dengan armada kapal pengangkut energi yang beroperasi di wilayah konflik tersebut, Roberth memastikan, aset operasional Pertamina itu kini sudah berada dalam posisi aman.
Dia bilang, dua kapal milik perusahaan yang sebelumnya sempat tertahan kini telah lepas dari jalur rawan Selat Hormuz dan siap dioperasikan kembali untuk mendukung kelancaran distribusi.
"Sementara terkait Selat Hormuz, dua kapal Pertamina sudah tidak terkunci di Selat Hormuz ya. Jadi dua kapal ini juga dapat berfungsi sebagai transportir untuk dalam negeri atau tetap berbisnis as usual untuk rute pelayanan luar negeri," terangnya.
Di sisi lain, guna mengantisipasi potensi lonjakan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan berlarut di Timur Tengah, Roberth mengatakan, pihaknya terus memantau dinamika pasar energi global secara intensif.
Baca Juga: Lobi Intensif ke Iran, Pemerintah Kejar Akses Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Langkah ini dilakukan bersama pemerintah guna menjamin ketersediaan energi nasional dan mencari opsi pasokan alternatif demi menjaga stabilitas pasokan BBM domestik.
"Terkait apabila kembali melonjak harga crude, seperti yang pernah terjadi maka Pertamina masih tetap terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk memonitor dan berkolaborasi untuk mencari alternatif sumber pasokan seperti yang sudah dilakukan," tuturnya.
Baca Juga: Menlu Ungkap Kendala Negosiasi Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
