kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Angsuran KUR pertanian akan lebih fleksibel


Selasa, 06 Desember 2016 / 20:57 WIB
Angsuran KUR pertanian akan lebih fleksibel


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah akan merumuskan skema baru penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor pertanian. Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, akan segera membicarakan perumusan skema KUR sektor pertanian dengan perbankan.

Darmin bilang, skema tersebut diperlukan karena pemberian KUR sektor pertanian memiliki karakter tersendiri. Karakter tersebut beda jika dibandingkan dengan penyaluran KUR untuk sektor perdagangan.

"Kalau KUR untuk sektor lain, normalnya pinjam bulan ini, bulan depan langsung cicil, lha untuk petani bagaimana, orang untuk biaya hidup saja susah, nah ini mau dilihat fleksibilitasnya," katanya di Jakarta Selasa (6/12).

Penyaluran KUR untuk produksi pertanian masih mini. Berdasarkan data yang dimiliki Presiden Joko Widodo sampai Juli 2016 kemarin, penyaluran KUR ke sektor tersebut hanya mencapai 15% dari total alokasi KUR sebesar Rp 100 triliun yang disediakan pemerintah tahun 2016 ini.

Sementara itu, Rp 68 triliun atau 68% lainnya, justru dinikmati oleh sektor perdagangan baik besar maupun kecil. Atas masalah itulah, Presiden Jokowi memerintahkan menterinya untuk mencari skema agar KUR di sektor pertanian bisa naik.

Muliaman Hadad, Ketua Komisioner OJK mengatakan, KUR sektor pertanian memang harus dibedakan supaya diminati petani. "Harus ada jedanya, jangan setelah pinjam, bulan depan mencicil, terus sifatnya juga bukan modal kerja, tapi bentuknya investasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×