kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.710   66,66   1,18%
  • KOMPAS100 737   9,37   1,29%
  • LQ45 559   6,28   1,14%
  • ISSI 199   2,38   1,21%
  • IDX30 317   2,80   0,89%
  • IDXHIDIV20 390   0,80   0,21%
  • IDX80 84   1,03   1,25%
  • IDXV30 107   -0,11   -0,11%
  • IDXQ30 102   0,46   0,45%

Angsuran KUR pertanian akan lebih fleksibel


Selasa, 06 Desember 2016 / 20:57 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah akan merumuskan skema baru penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor pertanian. Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, akan segera membicarakan perumusan skema KUR sektor pertanian dengan perbankan.

Darmin bilang, skema tersebut diperlukan karena pemberian KUR sektor pertanian memiliki karakter tersendiri. Karakter tersebut beda jika dibandingkan dengan penyaluran KUR untuk sektor perdagangan.

"Kalau KUR untuk sektor lain, normalnya pinjam bulan ini, bulan depan langsung cicil, lha untuk petani bagaimana, orang untuk biaya hidup saja susah, nah ini mau dilihat fleksibilitasnya," katanya di Jakarta Selasa (6/12).

Penyaluran KUR untuk produksi pertanian masih mini. Berdasarkan data yang dimiliki Presiden Joko Widodo sampai Juli 2016 kemarin, penyaluran KUR ke sektor tersebut hanya mencapai 15% dari total alokasi KUR sebesar Rp 100 triliun yang disediakan pemerintah tahun 2016 ini.

Sementara itu, Rp 68 triliun atau 68% lainnya, justru dinikmati oleh sektor perdagangan baik besar maupun kecil. Atas masalah itulah, Presiden Jokowi memerintahkan menterinya untuk mencari skema agar KUR di sektor pertanian bisa naik.

Muliaman Hadad, Ketua Komisioner OJK mengatakan, KUR sektor pertanian memang harus dibedakan supaya diminati petani. "Harus ada jedanya, jangan setelah pinjam, bulan depan mencicil, terus sifatnya juga bukan modal kerja, tapi bentuknya investasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×