kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Anggaran risiko fiskal tahun depan naik jadi Rp 5,9 T


Selasa, 31 Agustus 2010 / 10:51 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Situasi perekonomian global tahun depan masih belum menentu. Pemerintah pun berhati-hati dengan mengubah asumsi risiko fiskal tahun depan. Angkanya naik dari Rp 1 triliun menjadi Rp 5,9 triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowarodjo mengatakan, kenaikan anggaran risiko fiskal ini untuk stabilisasi harga pangan. "Untuk kehati-hatian, kita memasukkan alokasi anggaran dana cadangan beras," katanya, Selasa (31/8).

Menurut RAPBN 2011, alokasi anggaran dana cadangan risiko fiskal dalam tahun 2011 sebesar Rp 4,9 triliun itu belum termasuk anggaran untuk stabilisasi harga pangan dan risiko fiskal lainnya seperti risiko lifting dan kenaikan harga gas PLN.

Seperti diketahui, pemerintah telah membuat asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011. Asumsi tersebut telah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus lalu. Namun, RAPBN 2011 tersebut belum dibahas bersama DPR.

Sementara alokasi risiko fiskal tahun ini masih belum digunakan. Tahun ini, pemerintah telah mengalokasi anggaran khusus untuk risiko fiskal stabilisasi harga sebesar Rp 1 triliun dan untuk dana cadangan beras Rp 1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×