kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,14   4,65   0.50%
  • EMAS1.029.000 0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ancaman Serius Omicron BA.2.75, Waspada dan Kenali Gejalanya Yuk!


Kamis, 21 Juli 2022 / 04:17 WIB
Ancaman Serius Omicron BA.2.75, Waspada dan Kenali Gejalanya Yuk!
ILUSTRASI. Indonesia saat ini tidak terlepas dari ancaman subvarian Omicron BA.2.75. Ancaman tertinggi adalah bagi mereka yang berisiko tinggi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Indonesia saat ini tidak terlepas dari ancaman subvarian Omicron BA.2.75. Ancaman terbesar adalah bagi mereka yang berisiko tinggi. 

Peringatan tersebut diungkapkan oleh Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman. 

Menurutnya, ada beberapa alasan yang menyebabkan ancaman subvarian Omicron BA.2.75 ini muncul. 

Pertama, tingginya interaksi masyarakat. Kedua, tingginya perjalanan yang dilakoni masyarakat. 

Hal ini kata Dicky, membuat subvarian BA.2.75 jadi lebih cepat menular dan menjangkiti masyarakat. 

"Ancamannya ada, jelas. Serius. Terutama untuk kelompok yang berisiko tinggi. Bukan hanya lansia, tapi yang komorbid, anak di bawah 5 tahun termasuk," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/7/2022). 

Baca Juga: Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Varian Dominan, Gejala Baru Covid-19 Ini Wajib Anda Kenali

Dicky menuturkan, ancaman semakin nyata lantaran minimnya pelacakan dan pemeriksaan (tracing and testing) di Indonesia. Selain itu, cakupan  vaksinasi dosis ketiga (booster) juga terbilang rendah. 

"Sebagian dari kita memang mengalami penurunan dalam hal proteksi atau imunitas. Setelah mungkin dua dosis sudah (diterima) berapa lama, kemudian belum sempat dibooster," tutur Dicky. 

Dicky menjelaskan, berbeda dari varian sebelumnya, BA.2.75 memiliki kemampuan infeksi dan penularan yang jauh lebih cepat. Pertumbuhan virus pun jauh lebih cepat dibanding BA.4 dan BA.5. 

Fenomena cepatnya penularan ini tampak di India. Di negara tersebut, virus sudah berkembang pada Juni setelah terdeteksi masuk di bulan Mei 2022. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 19 Juli 2022 Lewati 5.000, Gejala Utama Infeksi Corona Berubah

"Yang BA.5 saja sudah di atas subvarian-subvarian of concern lainnya. Ini menjadi pesan penting bahwa di tengah vaksinasi atau imunitas yang jauh lebih besar, dia bisa bersirkulasi," ucap Dicky. 

Di samping itu, varian BA.2.75 mampu menginfeksi ulang (reinfeksi) orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 dan orang yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga (booster). 

Meski begitu, gejala pada orang yang mendapat vaksin hingga dosis ketiga akan lebih ringan dan tidak dilarikan ke fasilitas-fasilitas kesehatan (faskes) maupun rumah sakit (RS). 

"Semakin mudah menginfeksi itu menandakan kemampuannya luput dari deteksi antibodi semakin besar. Ini yang berbahaya. Dalam artian bila kita biarkan, akan bisa mengurangi efektivitas vaksin yang ada, obat yang ada, kalau kita tidak melakukan strategi pencegahan secara komprehensif," ucap dia. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak Tembus 5.000, Tertinggi Sejak Akhir Maret

Cara pencegahan 

Untuk mencegahnya, kata Dicky, masyarakat perlu mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan 3T (testing, tracing, treatment), memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengakses vaksinasi dosis lengkap.

Menurut Dicky, strategi pencegahan itu efektif menahan virus untuk bermutasi menjadi varian-varian baru lain yang lebih berbahaya. 

"Ketika mutasi itu dibiarkan terus terjadi, maka yang rugi adalah kita. Karena yang tadinya waktu delta orang tervaksinasi 2 dosis sudah tidak terdampak, sekarang mau 3 dosis sekalipun bisa terinfeksi karena distribusi cakupan vaksinasi gagal," sebut Dicky. 

"Namun kabar baiknya adalah vaksin itu efektif dalam mencegah keparahan kematian, vaksin itu bisa mengurangi sedikit kecepatan penularan," imbuhnya.

Baca Juga: Gejala Paling Umum Covid-19 Bukan Lagi Demam dan Anosmia, Tapi 3 Gejala Ini

Kenali gejalanya

Menurut keterangan para ahli, gejala infeksi varian Centaurus mirip dengan Omicron. 

Gejala itu adalah seperti kehilangan penciuman (anosmia), kehilangan rasa (ageusia), muntah dan diare. 

Gejala lain orang yang terinfeksi Covid-19 subvarian BA.2.75 Centaurus adalah: 

  • suhu tinggi atau demam
  • batuk baru yang terus menerus
  • sesak napas
  • merasa lelah
  • badan nyeri
  • sakit kepala
  • hidung tersumbat atau berair
  • kehilangan selera makan
  • diare


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ancaman Omicron BA.2.75 Serius, Semua Pihak Diminta Waspada"
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Krisiandi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×