kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak Tembus 5.000, Tertinggi Sejak Akhir Maret


Selasa, 19 Juli 2022 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak Tembus 5.000, Tertinggi Sejak Akhir Maret. KONTAN/Baihaki.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus harian Covid-19 di Indonesia melonjak, menembus angka 5.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret lalu.

Melansir data Satgas Penanganan Covid-19, pada Selasa (19/7), ada tambahan 5.085 kasus baru virus corona. 

Dengan tambahan infeksi pada Selasa, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 6.143.431 infeksi virus corona.

Salah satu pendorong lonjakan kasus harian di Indonesia adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang lebih menular.

Untuk itu, pemerintah terus mengawasi dan mengantisipasi penyebaran BA.4 dan BA.5, meskipun situasi pandemi di Indonesia masih berada di Level 1 standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: UPDATE Covid-19 Indonesia, 19 Juli: Tambah 5.085 Kasus Baru, Meninggal 6

"Tingkat transmisi komunitas mencapai angka 85 orang per 100.000 penduduk. Jadi, sesuai dengan level WHO, kita masih di Level 1," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari covid19.go.id, Selasa (19/7).

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan untuk menembus atau menghindari vaksinasi (vaccination evation). 

Kedua subvarian tersebut bisa menembus vaksinasi dua hingga tiga kali lipat lebih efektif dibanding BA.1. 

Sehingga, kemungkinan masyarakat untuk terinfeksi lebih tinggi walaupun sudah divaksinasi hingga tiga dosis alias booster.

"Walaupun ada kemungkinan terkena, booster terbukti mampu melindungi kita untuk tidak masuk rumahsakit. Kalaupun masuk rumahsakit, tingkat fatalitasnya akan sangat rendah," ujar menteri kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×