kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Anas tuding balik Nazar, APBN jadi kantong bisnis


Jumat, 17 Januari 2014 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatat total sebanyak 3,619 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dalam partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 yang berlangsung pada 11-21 Agustus 2022, meningkat 2x lipat dibanding 2021.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlihat santai menanggapi pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Nazaruddin menyebut, Anas memiliki kantong-kantong bisnis untuk mengerjakan sejumlah proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ya kantongnya dia (Nazaruddin) sendiri," ucap Anas singkat saat tiba di depan lobi utama Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/1).

Sebelumnya, dalam kesaksian Nazaruddin dengan terdakwa Deddy Kusdinar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (16/1) malam, Nazaruddin juga menyebut Anas memiliki dua kantong bisnis yakni Grup Permai yang dibawahi Rosa Manulang dan Yulianis dan PT Dutasari Citralaras yang dibawahi Mahfud Suroso.

Dua perusahaan itu kata Nazaruddin, masing memberikan ijon untuk mendapat proyek Hambalang, Grup Permai mengeluarkan senilai Rp 21 miliar dan Dutasari Rp 14 miliar. Sejumlah dana itu, lanjut Nazar, diberikan kepada sejumlah anggota DPR, pejabat Kemenpora dan sejumlah pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×