kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Analis asing mencurigai kebenaran data PDB Indonesia yang stabil di level 5%


Rabu, 06 November 2019 / 07:20 WIB
Analis asing mencurigai kebenaran data PDB Indonesia yang stabil di level 5%
Kepala BPS Suhariyanto dan jajaran BPS saat paparan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 di Jakarta, Selasa (5/11).


Sumber: Reuters,Bloomberg,Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tanggapan BPS

Menanggapi hal itu, Suhariyanto, kepala Statistik Indonesia, mengatakan perhitungan PDB dilakukan sesuai dengan pedoman yang ketat dan dipantau secara independen oleh banyak lembaga, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF).

"Jika saya melakukan sesuatu dengan data, IMF akan mengetahuinya," kata Suhariyanto kepada wartawan di Jakarta. "Dan jika itu terjadi, bukan hanya BPS yang akan menanggung rasa malu. Apa yang saya lindungi bukan hanya kredibilitas BPS, tetapi juga kredibilitas negara," jelasnya seperti yang dikutip Kompas.com.

Baca Juga: Danareksa Research Institute: Untuk tekan defisit, RI mesti dorong investasi langsung

Namun Suhariyanto mengakui, angka PDB terakhir menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan yang “curam” dari kuartal ketiga 2018 ke kuartal ketiga tahun ini, meskipun konsumsi, yang memberikan kontribusi 56% terhadap PDB, masih bertahan. "Ketegangan perdagangan telah mengganggu pertumbuhan di negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia," katanya.

Dalam memperhitungan PDB, BPS menghitung secara manual semua indikator makro ekonomi, mulai dari konsumsi rumah tangga, konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), investasi, inflasi, ekspor-impor, dan sebagainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×