kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Keyakinan Konsumen Meningkat Pada Januari, Ekonom: Didorong Faktor Musiman


Senin, 09 Februari 2026 / 17:35 WIB
Keyakinan Konsumen Meningkat Pada Januari, Ekonom: Didorong Faktor Musiman
ILUSTRASI. Konsumen berbelanja di ritel modern (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan keyakinan konsumen tetap terjaga pada Januari 2026.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan keyakinan konsumen tetap terjaga pada Januari 2026.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 127,0, lebih tinggi dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai, dengan perkembangan IKK yang melonjak tinggi, ini dikarenakan faktor musiman yang mana aktivitas ekonomi meningkat, terutama pada periode akhir tahun dan kemudian dilanjutkan pada periode awal tahun.

“Lalu yang kedua menjadi sinyal optimisme dari konsumen terhadap kemampuan mereka dalam membeli barang karena mereka mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi, mereka juga yakin kalau tahun 2026 gaji mereka naik, lalu juga mereka melihat kondisi stabilitas sosial politik dan ekonomi kita juga bagus,” tutur Myrdal kepada Kontan, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Survei Tingkat Kepuasan Presiden Prabowo Capai 79,9%, Ini Kata Mensesneg

Faktor lainnya yang menyebabkan keyakinan konsumen meningkat adalah, sinyal pasar tenaga kerja terbuka, serta banyak kesempatan masyarakat untuk bekerja. Hal ini, kata Myrdal sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan,  tingkat pengangguran juga turun 0,11 basis poin menjadi 4,74% atau setara 7,35 juta orang pada periode November 2025.

Disisi lain, Myrdal juga melihat kondisi iklim suku bunga saat ini sedang rendah, baik secara nasional maupun global menurun, baik itu iklim suku bunga untuk deposito ataupun juga pinjaman.

“Jadi ini yang membuat dari sisi konsumen juga mereka yakin kalau kemampuan untuk beli barangnya juga jadi lebih kuat, terutama untuk barang yang memakai skema cicilan,” ungkapnya.

Ke depan, Myrdal melihat tren keyakinan konsumen yang meningkat akan terus berlanjut hingga Maret 2026, seiring adanya periode Ramadan dan Lebaran. Setelah Maret 2026, menurutnya, kelanjutan tren itu akan sangat bergantung pada ketahanan makroekonomi domestik.

Ia menilai, jika kondisi makroekonomi domestik tetap baik, solid, konsisten, dan terjaga, serta penerimaan pajak pemerintah juga menunjukkan kinerja yang baik, maka tren positif tersebut diyakini dapat berlanjut.

Setelah itu, ia menuturkan bahwa perlu dilihat kembali perkembangan makroekonomi domestik, baik dari sisi fiskal maupun moneter, sebelum kemudian mempertimbangkan faktor global serta stabilitas sosial politik.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jejak Kariernya

Selanjutnya: Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi

Menarik Dibaca: Pantau 5 Kripto Top Gainers di Pasar yang Melemah 24 Jam Terakhir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×