kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.846   44,00   0,26%
  • IDX 8.235   -55,90   -0,67%
  • KOMPAS100 1.164   -8,20   -0,70%
  • LQ45 836   -6,16   -0,73%
  • ISSI 295   -0,96   -0,32%
  • IDX30 435   -0,75   -0,17%
  • IDXHIDIV20 521   0,35   0,07%
  • IDX80 130   -0,90   -0,69%
  • IDXV30 143   0,77   0,54%
  • IDXQ30 141   -0,11   -0,08%

Amran Ancam Cabut Izin RPH Nakal Jelang Ramadan dan Lebaran, Harga Daging Diawasi


Kamis, 12 Februari 2026 / 12:08 WIB
Amran Ancam Cabut Izin RPH Nakal Jelang Ramadan dan Lebaran, Harga Daging Diawasi
ILUSTRASI. Menteri Pertanian tegas, izin RPH dan feedloter akan dicabut jika menaikkan harga daging sapi tidak wajar (Dok/Kementan)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan akan mencabut izin Rumah Potong Hewan (RPH) maupun perusahaan penggemukan sapi (feedloter) yang menaikkan harga tidak wajar pada periode Ramadan dan Lebaran Idulfitri tahun ini.

Hal itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).

"Kami akan monitor, ada tim yang akan kami bentuk. Kalau ada yang menaikkan akan kami cabut izinnya," katanya.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan pembicaraan ini bersama para pelaku usaha.

Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan agar harga daging sapi tetap terjangkau pada periode Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Baca Juga: Optimis Stok Beras Bakal Tembus 6 Juta Ton, Amran: Tak Ada Alasan Harga di Atas HET

"Target pemerintah adalah konsumen di Idulfitri, Ramadan itu menikmati harga yang baik dibanding sebelumnya," jelasnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pelanggaran Harga dan Keamanan Pangan telah melaksanakan inspeksi mendadak di RPH Jatimulya, Bekasi, dan RPH Dharma Jaya, Cakung, pada Minggu (8/2/2026). Dalam sidak tersebut, ditemukan indikasi overfaktur pada harga penjualan sapi hidup di tingkat rumah potong hewan.

Adapun Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengundang para pimpinan feedloter dan RPH untuk menghadiri rapat stabilisasi harga, menyusul adanya indikasi penjualan sapi hidup di tingkat RPH sebesar Rp56.500 per kilogram bobot hidup.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran pada malam yang sama.

Hasilnya, tiga feedloter yang sapinya dijual di RPH Dharma Jaya diketahui telah mematuhi harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp55.000 per kilogram bobot hidup.

Baca Juga: Mentan Amran: 107,4.000 Hektar Lahan Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera

Bahkan, salah satu feedloter tercatat menjual sapi dengan harga Rp55.500 per kilogram, atau masih di bawah batas Rp56.000 per kilogram.

Agung menekankan, disiplin harga ini penting untuk menjaga agar harga daging sapi di pasar tetap mengikuti ketentuan pemerintah.

“Hal ini tentu akan menjaga harga daging sapi di pasar di bawah atau paling tidak itu di batas harga acuan penjualan di tingkat konsumen sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, di mana harga daging sapi paha depan itu maksimal Rp130.000 dan paha belakang maksimal Rp140.000,” pungkasnya.

Selanjutnya: Portofolio Kripto Goldman Sachs Terbaru, Sentuh US$ 2,36 Miliar

Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 12-18 Februari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Hair Tonic

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×