kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Alasan Sri Mulyani buat dua defisit anggaran 2017


Kamis, 27 Juli 2017 / 21:15 WIB
Alasan Sri Mulyani buat dua defisit anggaran 2017


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah menargetkan defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski demikian, pemerintah juga meyakini, defisit anggaran hingga akhir tahun sebesar 2,67% dari PDB dengan memperhitungkan adanya anggaran yang tidak terserap.

Mengapa pemerintah menyodorkan dua defisit anggaran APBN-P 2017?

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah tidak langsung memasukkan outlook defisit anggaran sebesar 2,67% pada APBN-P 2017. Menurut dia, mengelola APBN tidak hanya sekadar mengatur kas pemerintah (cashflow), melainkan juga harus sesuai dengan rambu-rambu keuangan negara.

"Sebagai pengelola negara kami punya catatan track record yang tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai undang-undang," ujar Sri Mulyani di DPR, Kamis (27/7).

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menjaga defisit anggaran melalui efisiensi dan akurasi perencanaan anggaran. Hal tersebut sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Apa yang realita dan yang di undang-undang itu most likely ada cost of money. Presiden ingin itu lebih rendah," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×