kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Alasan Sri Mulyani buat dua defisit anggaran 2017


Kamis, 27 Juli 2017 / 21:15 WIB
Alasan Sri Mulyani buat dua defisit anggaran 2017


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah menargetkan defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski demikian, pemerintah juga meyakini, defisit anggaran hingga akhir tahun sebesar 2,67% dari PDB dengan memperhitungkan adanya anggaran yang tidak terserap.

Mengapa pemerintah menyodorkan dua defisit anggaran APBN-P 2017?

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah tidak langsung memasukkan outlook defisit anggaran sebesar 2,67% pada APBN-P 2017. Menurut dia, mengelola APBN tidak hanya sekadar mengatur kas pemerintah (cashflow), melainkan juga harus sesuai dengan rambu-rambu keuangan negara.

"Sebagai pengelola negara kami punya catatan track record yang tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai undang-undang," ujar Sri Mulyani di DPR, Kamis (27/7).

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menjaga defisit anggaran melalui efisiensi dan akurasi perencanaan anggaran. Hal tersebut sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Apa yang realita dan yang di undang-undang itu most likely ada cost of money. Presiden ingin itu lebih rendah," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×