kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Alasan Jokowi tetapkan ICP 2018 US$ 48 per barel


Rabu, 16 Agustus 2017 / 16:13 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah juga mematok asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) tahun depan sebesar US$ 48 per barel. Asumsi itu sama persis dengan asumsi ICP dalam APBN-P tahun ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini, ICP tahun depan masih berada di level yang cukup tinggi.

Sebab, peningkatan kebutuhan energi dalam rangka pemulihan ekonomi global menjadi faktor yang mempengaruhi kenaikan harga minyak pada tahun 2018," kata Jokowi dalam pidato di Gedung DPR/MPR, Rabu (16/8).

Sementara itu, asumsi volume minyak dan gas bumi yang siap dijual selama tahun 2018 diperkirakan mencapai 2 juta barel setara minyak per hari, yang terdiri dari produksi minyak bumi sebesar 800 ribu barel per hari dan gas bumi sekitar 1,2 juta barel setara minyak per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×